Bimas IslamDitjen Bimbingan Masyarakat Islam · Kemenag RI

Tema Naskah Keislaman Moderat Kemenag akan Disesuaikan dengan Kebutuhan Umat

Jakarta, Bimas Islam -- Naskah Keislaman Moderat ditulis berdasarkan tema yang telah ditentukan dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Hal itu disampaikan Koordinator Fungsi Kepustakaan Islam, Abdullah Alkholis saat dihubungi wartawan Bimas Islam pada kegiatan Coaching Clinic Penulisan Naskah Keislaman Moderat Angkatan II bertajuk Moderasi Beragama dalam Perspektif Kebangsaan, di Jakarta, Rabu (7/6/2023).
 
“Tentu saja, kegiatan Coaching Clinic ini akan menghasilkan naskah-naskah dengan beragam tema. Selain itu, tema yang digunakan dipilih berdasarkan apa yang sedang berkembang di masyarakat, dan menyesuaikan juga dengan kebutuhan mereka. Singkatnya, naskah tematik ini memberi semacam tambahan khazanah pengetahuan bagi masyarakat,” ujarnya.
 
Lebih lanjut diterangkan Alkholis, penulis naskah keislaman moderat adalah penulis yang kompeten, merujuk kepada nilai moderasi beragama.
 
“Naskah yang ditulis oleh penulis ini, sesuai standar penulisan sebuah buku dengan merujuk pada undang-undang perbukuan. Kami meyakini, naskah ini akan kaya dengan daftar pustaka, karena para penulis ini sumber bacaannya banyak. Tentu saja, kami juga tetap mengarahkan peserta merujuk pada nilai moderasi beragama,” ulasnya.
 
Dari 40 penulis, imbuh Alkholis, dibagi dalam 9 kelompok untuk membuat naskah sesuai dengan 9 nilai moderasi beragama.
 
“Total penulis Coaching Clinic ada 40 orang. Nilai moderasi beragama ada 9. Jadi, mereka akan menulis sesuai dengan nilai moderasi beragama. Dalam 1 kelompok tema besarnya sama, tetapi judul dan isinya berbeda,” ucapnya.
 
Diketahui, peserta Coaching Clinic Penulisan Naskah Keislaman Moderat membuat naskah sesuai 9 nilai moderasi beragama yaitu, Tawassuth (kesetaraan), Tawazun (Keseimbangan), I’tidal (lurus dan tegas), Tasamuh (toleran), Musawah (egalitarian dan non-diskriminatif), Aulawiyah (mendahulukan yang prioritas), Tahaddhur (berkeadaban), Tathawwur wa Ibtikar (dinamis, kreatif, dan inovatif), dan Wathoniyah (persaudaraan antarbangsa).
Tagar Terkait:
#Toleransi#ModerasiBeragama#KUA#BimasIslam#KemenagRI

Kontributor & Unit Kerja

Klik kontributor atau unit kerja untuk melihat seluruh berita terkait.

Reporter
Inisial WCP · Tim Peliput
Peliputan & Penulisan NaskahLihat liputan reporter
Editor
Inisial MR · Redaksi Pelaksana
Penyunting Naskah & KurasiLihat artikel editor
Fotografer
Dokumentasi Humas Bimas Islam
Dokumentasi Visual & FotoLihat arsip foto
Unit Kerja
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
SetditjenLihat berita unit kerja
Dipublikasikan secara resmi oleh Kementerian Agama Republik Indonesia.

Baca Selanjutnya

Lihat semua