Menurutnya, peluncuran itu merupakan tonggak sejarah dalam melestarikan dan menghargai kekayaan warisan budaya Islam di Indonesia.
“Ensiklopedia ini bukan hanya sebagai sumber referensi, tetapi juga sebagai wujud komitmen kita untuk mewarisi dan meneruskan nilai-nilai luhur yang telah ditinggalkan para pendahulu kita,” papar Wamenag mewakili Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas.
Dikatakannya, melalui pengetahuan seni dan budaya Islam, masyarakat dapat memperkuat identitas keislaman sebagai bagian tak terpisahkan dari identitas bangsa Indonesia.
“Mari kita bergandengan tangan, bekerja keras, dan mendedikasikan diri untuk mewujudkan visi besar dalam melayani kebutuhan keagamaan masyarakat,” imbuhnya.
Sementara itu, Direktur Penais Ahmad Zayadi mengatakan, penyusunan buku Ensiklopedia Seni Budaya Islam di Nusantara itu melibatkan peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
“Kami juga melibatkan para penulis dari berbagai kampus dan peneliti independen. Keterlibatan mereka memberikan dimensi yang lebih luas dan mendalam pada ensiklopedi ini,” paparnya.
Zayadi menyebut, pihaknya berhasil menghimpun lebih dari 216 entri yang mencakup kekayaan seni budaya Islam dari 38 Provinsi se-Indonesia.
“Kerja sama ini menciptakan sinergi yang luar biasa, memadukan keilmuan dan keberagaman perspektif, sehingga menghasilkan karya yang komprehensif dan mendalam,” jelasnya.
Zayadi berharap, ensiklopedia ini dapat menjadi pemacu semangat bagi masyarakat Islam untuk mengembangkan literasi seni budaya dan khasanah keagamaan Islam di Nusantara.
Kontributor & Unit Kerja
Klik kontributor atau unit kerja untuk melihat seluruh berita terkait.
Reporter
Inisial AN · Tim Peliput
Peliputan & Penulisan NaskahLihat liputan reporter Editor
Inisial MR · Redaksi Pelaksana
Penyunting Naskah & KurasiLihat artikel editor Fotografer
Dokumentasi Humas Bimas Islam
Dokumentasi Visual & FotoLihat arsip foto Unit Kerja
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
SetditjenLihat berita unit kerja Baca Selanjutnya
Lihat semuaKemenag Petakan Kompetensi ASN melalui ProASN 2026
Kemenag Petakan Kompetensi ASN melalui ProASN 2026
Dari Sumpah ke Teladan: Pemuda sebagai Perekat Persatuan
Dari Sumpah ke Teladan: Pemuda sebagai Perekat Persatuan
Di Grup Kita Diam, di Japri Kita Panjang Bicara: Ada Apa?
Di Grup Kita Diam, di Japri Kita Panjang Bicara: Ada Apa?
Kemenag Dorong Beasiswa Zakat Terintegrasi di SatuBeasiswa, Cegah Pendanaan Ganda
Kemenag dan Kemdiktisaintek Perluas Akses Kuliah melalui SatuBeasiswa







