Bimas IslamDitjen Bimbingan Masyarakat Islam · Kemenag RI

Kemenag Akui Banyak Tantangan Tingkatkan Kualitas KUA

Pekanbaru, Bimas Islam --- Kementerian Agama tengah mengupayakan peningkatan kualitas Kantor Urusan Agama (KUA) di seluruh wilayah Indonesia. Peningkatan kualitas layanan tersebut dilakukan melalui program Revitalisasi KUA yang didahului dengan peningkatan sarana dan prasarana (sarpras).

Hal itu disampaikan Dirjen Bimas Islam, Kementerian Agama, Kamaruddin Amin saat membuka kegiatan ‘Penguatan Literasi Agama Bagi Kepenghuluan Tingkat Provinsi’ yang digelar oleh Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau, Ahad (7/3), di hotel Grand Central Pekanbaru.

Kamaruddin mengatakan, banyak tantangan yang dihadapi pemerintah untuk meningkatkan kualitas KUA, salah satunya terkait sarana dan prasarana.

“Tantangan pemerintah sekarang adalah bagaimana meningkatkan kualitas sarana dan prasarana ini. Oleh sebab itu salah satu prioritas Kementerian Agama adalah meningkatkan kualitas sarpras sebelum kita melangkah ke fase berikutnya,” terangnya.

Eks Dirjen Pendidikan Islam Kemenag ini menyebutkan, jumlah KUA di Indonesia mencapai 5.945 unit. Dari jumlah itu, KUA yang memiliki sarpras representatif sekitar 1.500-an KUA. Hal tersebut, menurut dia, cukup menjelaskan bahwa masih banyak sekali KUA yang belum representatif, masih di bawah standar.

“Padahal Indonesia sudah merdeka sejak 76 tahun yang lalu, dan KUA ini adalah kantor layanan publik milik pemerintah yang seharusnya representatif. Faktanya kita masih banyak tantangan yang harus kita hadapi. Jadi sarana dan prasarana ini harus kita tingkatkan supaya kita bisa memberikan layanan publik yang berkualitas karena kita memiliki kantor yang representatif,” urainya.

Tantangan selanjutnya, imbuh Kamaruddin, terkait pengalaman para penghulu. Sebab, menurutnya, penghulu KUA secara langsung berinteraksi mendengarkan, merasakan, sekaligus memberikan pelayanan kepada masyarakat. Permasalahan yang muncul, pemenuhan kebutuhan masyarakat, menjadi sebuah pengalaman autentik bagi penghulu.

“Pengalaman para penghulu sangat genuine, sangat autentik. Pengalaman-pengalaman tersebut sangat berharga dan harus dikapitalisasi menjadi sebuah instrumen produktif untuk sekali lagi meningkatkan pelayanan yang berkualitas dan bermutu dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” pungkasnya.

(Rendi)
Tagar Terkait:
#KUA#BimasIslam#KemenagRI

Kontributor & Unit Kerja

Klik kontributor atau unit kerja untuk melihat seluruh berita terkait.

Reporter
Bimas Islam
Peliputan & Penulisan NaskahLihat liputan reporter
Editor
Redaksi Ditjen Bimas Islam
Penyunting Naskah & KurasiLihat artikel editor
Fotografer
Dokumentasi Humas Bimas Islam
Dokumentasi Visual & FotoLihat arsip foto
Unit Kerja
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
SetditjenLihat berita unit kerja
Dipublikasikan secara resmi oleh Kementerian Agama Republik Indonesia.

Baca Selanjutnya

Lihat semua