"Memperbanyak program inkubasi wakaf produktif merupakan cara kita (Kemenag) untuk memproduktifkan aset wakaf yang 'tidur'. Di samping itu, nazir wakaf kita dorong untuk lebih aktif membangun jejaring pasar untuk pemasaran produk atau jasa dari aset wakaf," ujarnya pada wartawan bimasislam di Jakarta, Selasa (12/12/2023).
Program inkubasi wakaf produktif telah diterapkan di sejumlah lokasi, di antaranya di Yayasan Al-Amanah Nurani Bangsa, Tanjung Priok Waracas Jakarta Utara yang menyediakan aula pernikahan, dan Nazir Yayasan Bina Hibatullah Lombok yang menyediakan toko di lokasi strategis.
Waryono menyoroti potensi pasar yang dimiliki pondok pesantren sebagai target utama produk-produk hasil inkubasi wakaf produktif. Dengan ribuan santri, produk seperti kebutuhan pangan dan sandang santri dapat dipasok dari hasil aset wakaf.
"Produksi kaus, baju muslim, mukena, beras, dan lainnya yang berasal dari inkubasi wakaf produktif bisa dipasarkan di pesantren," ujar Waryono.
Meski demikian, Waryono mendorong nazir wakaf untuk memperkuat kolaborasi dengan pihak lain guna meningkatkan produktivitas aset wakaf.
Program inkubasi wakaf produktif telah berlangsung sejak tahun 2021, dan hingga saat ini, 46 nazir yayasan/badan hukum telah terlibat dalam program ini.
Sebelumnya, Waryono turut hadir dalam kegiatan Monitoring Bantuan Inkubasi Wakaf Produktif Nazir Yayasan Bina Hibatullah Lombok pada Sabtu, 9 Desember 2023.
Kontributor & Unit Kerja
Klik kontributor atau unit kerja untuk melihat seluruh berita terkait.
Reporter
Inisial BA · Tim Peliput
Peliputan & Penulisan NaskahLihat liputan reporter Editor
Inisial MR · Redaksi Pelaksana
Penyunting Naskah & KurasiLihat artikel editor Fotografer
Dokumentasi Humas Bimas Islam
Dokumentasi Visual & FotoLihat arsip foto Unit Kerja
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
SetditjenLihat berita unit kerja Baca Selanjutnya
Lihat semuaKemenag Petakan Kompetensi ASN melalui ProASN 2026
Kemenag Petakan Kompetensi ASN melalui ProASN 2026
Dari Sumpah ke Teladan: Pemuda sebagai Perekat Persatuan
Dari Sumpah ke Teladan: Pemuda sebagai Perekat Persatuan
Di Grup Kita Diam, di Japri Kita Panjang Bicara: Ada Apa?
Di Grup Kita Diam, di Japri Kita Panjang Bicara: Ada Apa?
Kemenag Dorong Beasiswa Zakat Terintegrasi di SatuBeasiswa, Cegah Pendanaan Ganda
Kemenag dan Kemdiktisaintek Perluas Akses Kuliah melalui SatuBeasiswa







