Jakarta, Bimas Islam -- Pemain bola muslim seperti Mohamad Salah, Karim Benzema, Sadio Mane, Demba Ba, dan Yaya Toure sering kali melakukan sujud syukur sebagai selebrasi saat mencetak gol ke gawang lawang. Lantas bagaimana hukum pemain bola sujud syukur dalam Islam?
Sujud syukur menurut keterangan ulama sangat dianjurkan. Ulama dari kalangan Syafi’iyah dan Hanabilah, mengatakan bahwa hukum melaksanakannya adalah sunnah. Oleh sebab itu, ketika seseorang mendapatkan nikmat yang diharapkan, misalnya lulus ujian tes, pekerjaan lancar, mendapatkan bonus, termasuk mencetak gol maka dia dianjurkan untuk melakukan sujud syukur. Hal itu dilakukan sebagai bentuk rasa syukur yang tinggi pada Allah.
Penjelasan ini sebagaimana dikatakan oleh Syekh Wahbah Zuhaili dalam kitab Al-Mausu’ah Al-Fiqhiyah Al-Kuwaitiyah, sebagai berikut:
مَذْهَبُ الشَّافِعِيَّةِ وَالْحَنَابِلَةِ فِي حُكْمِ سُجُودِ الشُّكْرِ عِنْدَ وُجُودِ سَبَبِهِ أَنَّهُ سُنَّةٌ، لِمَا وَرَدَ مِنَ الأْحَادِيثِ الدَّالَّةِ عَلَى أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَفْعَلُهُ
Madzhab ulama Syafi’iyah dan Hanabilah terkait hukum sujud syukur ketika ada sebabnya adalah sunnah. Ini berdasarkan hadis-hadis yang menunjukkan bahwa Nabi Saw pernah melakukan sujud syukur.
Pada sisi lain terdapat hadis Nabi Muhammad yang menjelaskan bahwa Rasulullah melaksanakan sujud syukur tatkala mendapatkan nikmat dan kabar gembeira. Hadis tersebut bersumber dari riwayat Imam Al-Tirmidzi dan Imam Abu Daud dari Abu Bakrah, Nabi bersabda:
أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا أَتَاهُ أَمْرُ سُرُورٍ – أَوْ: بُشِّرَ بِهِ – خَرَّ سَاجِدًا شَاكِرًا لِلَّهِ.
Sesungguhnya Nabi SAW ketika mendapatkan kabar yang menggembirakan atau kabar-kabar gembira, beliau bersujud karena bersyukur kepada Allah.
Terkait hukum pemain bola sujud syukur, menurut ulama itu diperbolehkan. Pasalnya, itu merupakan ucapan rasa syukur pada Allah. Pada sisi lain, Sayyaid Sabiq dalam kitab Fiqh Sunnah mengatakan bahwa seorang muslim diperbolehkan untuk sujud syukur meski tanpa harus berwudhu terlebih dahulu. Sebab tidak ada informasi utuh apakah Nabi Muhammad melaksanakan sujud syukur dalam keadaan suci atau hadas. Dalil yang ada menunjukkan secara umum, bahwa Nabi melaksanakan sujud syukur.
Hal ini juga sebagaimana dijelaskan dalam hadis yang bersumber dari Abdurrahman bin Auf:
عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عَوْفٍ قَالَ خَرَجَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَاتَّبَعْتُهُ حَتَّى دَخَلَ نَخْلًا فَسَجَدَ فَأَطَالَ السُّجُودَ حَتَّى خِفْتُ أَوْ خَشِيتُ أَنْ يَكُونَ اللَّهُ قَدْ تَوَفَّاهُ أَوْ قَبَضَهُ قَالَ فَجِئْتُ أَنْظُرُ فَرَفَعَ رَأْسَهُ فَقَالَ مَا لَكَ يَا عَبْدَ الرَّحْمَنِ قَالَ فَذَكَرْتُ ذَلِكَ لَهُ فَقَالَ إِنَّ جِبْرِيلَ عَلَيْهِ السَّلَام قَالَ لِي أَلَا أُبَشِّرُكَ إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ يَقُولُ لَكَ مَنْ صَلَّى عَلَيْكَ صَلَّيْتُ عَلَيْهِ وَمَنْ سَلَّمَ عَلَيْكَ سَلَّمْتُ عَلَيْهِ فَسَجَدتُ لله شُكرًا (رواه أحمد)
Artinya: dari [Abdurrahman bin Auf] berkata: Suatu ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam keluar kemudian aku mengikuti beliau, ketika beliau masuk ke kebun kurma, beliau bersujud dengan memanjangkannya sehingga membuatku takut atau khawatir jika Allah mewafatkan atau mencabut ruhnya. Maka aku mendekati beliau dan memperhatikannya, tiba-tiba beliau mengangkat kepalanya, lalu bertanya: “ada apa denganmu wahai Abdurrahman?” saya pun menerangkan hal itu kepada beliau, dan beliau menjawab: “Jibril ‘Alaihiis salam berkata kepadaku: ‘Apakah kamu mau aku sampaikan kabar gembira kepadamu, sesungguhnya Allah ‘azza wajalla berfirman kepadamu: ‘Barangsiapa bershalawat kepadamu, niscaya Aku akan bershalawat kepadanya, dan barangsiapa yang mengucapkan salam kepadamu niscaya aku akan mengucapkan salam kepadanya. Maka aku bersujud untuk bersyukur kepada Allah.” (HR. Ahmad).
Sebagai kesimpulan, pemain bola muslim diperkenankan untuk melaksanakan sujud syukur ketika mencetak gol, kendatipun tidak dalam suci. Sejatinya, sujud syukur yang dilaksanakan merupakan rasa syukur atas nikmat yang Allah berikan.
(Tim Layanan Syariah)
Kontributor & Unit Kerja
Klik kontributor atau unit kerja untuk melihat seluruh berita terkait.
Reporter
Bimas Islam
Peliputan & Penulisan NaskahLihat liputan reporter Editor
Redaksi Ditjen Bimas Islam
Penyunting Naskah & KurasiLihat artikel editor Fotografer
Dokumentasi Humas Bimas Islam
Dokumentasi Visual & FotoLihat arsip foto Unit Kerja
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
SetditjenLihat berita unit kerja 






