Jakarta, Bimas Islam --- Kementerian Agama melalui Subdit Hisab Rukyat dan Syariah Direktorat Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah (Urais Binsyar) menggelar Pertemuan Ahli Hisab Rukyat di Jakarta. Kegiatan berlangsung Kamis-Jumat (17-18/6).
Pertemuan ini menghadirkan pakar yang terdiri dari unsur, Mahkamah Agung RI, Pengadilan Tinggi Agama, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Badan Informasi Geospasial (BIG), Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, Al-Washliyah, Persis, para ahli hisab rukyat perorangan, astronom, dan Akademisi dari bebagai perguruan tinggi.
“Berkumpulnya para ahli di sini, merupakan langkah strategis Kementerian Agama untuk menghasilkan tips dan strategi terciptanya unifikasi kalender Hijriah di Indonesia,” ujar Direktur Urais Binsyar Moh. Agus Salim pada acara Pertemuan Ahli Hisab dan Rukyat di Jakarta, Kamis (17/6).
Agus berharap, pertemuan para pakar itu bisa menjadi nilai perjuangan dalam mewujudkan ukhuwah Islamiyah di Indonesia dengan mematangkan konsep unifikasi kalender Hijriah di Indonesia.
”Perbedaan paham terkait penetapan awal bulan Kamariah khususnya pada penentuan awal bulan Ramadan, Syawal dan Zulhijah, acapkali menimbulkan kebingungan dan keresahan bahkan bisa menjadi penyebab terjadinya perbedaan di kalangan umat Islam,” tuturnya.
Pada pertemuan yang juga diikuti 50 peserta secara daring itu, Agus menilai penting pertemuan ini. Ini wujud komitmen kuat serta kehadiran Kemenag dalam mengoptimalkan layanan keagamaan saat ini sangat urgent dan penting.
(Anty)
Kontributor & Unit Kerja
Klik kontributor atau unit kerja untuk melihat seluruh berita terkait.
Reporter
Bimas Islam
Peliputan & Penulisan NaskahLihat liputan reporter Editor
Redaksi Ditjen Bimas Islam
Penyunting Naskah & KurasiLihat artikel editor Fotografer
Dokumentasi Humas Bimas Islam
Dokumentasi Visual & FotoLihat arsip foto Unit Kerja
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
SetditjenLihat berita unit kerja 





