Bimas IslamDitjen Bimbingan Masyarakat Islam · Kemenag RI

Dukung Ekoteologi, Aksi Tanam Pohon Tandai Launching Program SAKINAH KUA Simpangkatis

Bangka Tengah, Bimas Islam – Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Ditjen Bimas Islam) Kementerian Agama (Kemenag) mengapresiasi gerakan penanaman pohon produktif dalam peluncuran program SAKINAH KUA Simpangkatis Bangka Tengah.
 
Kepala Subdirektorat Bina Keluarga Sakinah Kementerian Agama, Zudi Rahmanto, mengatakan, program tersebut dapat menjadi best practice yang bisa diterapkan di wilayah lain.
 
"Kami berharap, program yang ada di KUA semakin meneguhkan insan KUA dalam melaksanakan tugas dan fungsinya. Ini langkah yang konsisten, terukur, dan pada akhirnya bisa menjadi best practice yang diaplikasikan di wilayah lainnya,” ujarnya saat dihubungi di Jakarta, Jumat (25/7/2025).
 
Sebelumnya, program SAKINAH atau "Sapa Masyarakat dan Berinteraksi pada Hari Jumat" diluncurkan pada Jumat pekan lalu di Musala Tarim, Desa Beruas. SAKINAH akan menjadi agenda rutin KUA setiap hari Jumat dengan lokasi bergilir. Kegiatannya mencakup pengajian tematik, penyerahan sertifikat manasik haji, edukasi keagamaan, praktik pengurusan jenazah, serta tadarus dan selawat bersama masyarakat desa.
 
Kepala KUA Simpangkatis, Romanza, mengatakan, gerakan penanaman pohon merupakan bagian dari implementasi Program Ekoteologi yang digagas Menteri Agama Nasaruddin Umar. “Ekoteologi mengajak kita untuk menjaga lingkungan sebagai bentuk ibadah. Kami memulainya dengan aksi nyata penanaman pohon di lingkungan tempat ibadah,” katanya.
 
Ia menjelaskan, dalam rangkaian kegiatan tersebut, KUA juga meluncurkan gerakan “Satu Pengantin Satu Pohon” yang mewajibkan setiap pasangan calon pengantin membawa pohon produktif seperti mangga, jambu, atau durian untuk ditanam di lingkungan rumah ibadah atau ruang publik.
 
“Gerakan ini sederhana tapi memiliki dampak jangka panjang. Menanam pohon itu ibadah jariyah,” ujarnya.
 
Plt. Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Pril Marori, menyebut kegiatan ini sebagai wujud nyata layanan keagamaan yang proaktif dan partisipatif. “KUA bukan hanya kantor pencatat nikah, tapi pusat edukasi keagamaan dan penguatan nilai sosial. Melalui program seperti ini, kehadiran KUA terasa lebih dekat dan bermakna,” ujarnya.
 
Ia menambahkan, seluruh KUA di wilayah Bangka Belitung didorong untuk mereplikasi model layanan yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat, termasuk kegiatan edukatif, pembinaan keluarga, dan pelestarian lingkungan berbasis nilai-nilai keagamaan.
Tagar Terkait:
#InfoNikah#KUA#BimasIslam#KemenagRI

Kontributor & Unit Kerja

Klik kontributor atau unit kerja untuk melihat seluruh berita terkait.

Reporter
Inisial AN · Tim Peliput
Peliputan & Penulisan NaskahLihat liputan reporter
Editor
Inisial MR · Redaksi Pelaksana
Penyunting Naskah & KurasiLihat artikel editor
Fotografer
Dokumentasi Humas Bimas Islam
Dokumentasi Visual & FotoLihat arsip foto
Unit Kerja
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
SetditjenLihat berita unit kerja
Dipublikasikan secara resmi oleh Kementerian Agama Republik Indonesia.

Baca Selanjutnya

Lihat semua