Bimas IslamDitjen Bimbingan Masyarakat Islam · Kemenag RI

Dirjen Bimas Islam: Al-Qur'an Kunci Bangun Masyarakat Inklusif dan Harmonis

Jakarta, Bimas Islam -- Direktur Jenderal (Dirjen) Bimbingan Masyarakat Islam (Bimas Islam) Kementerian Agama (Kemenag), Abu Rokhmad mengungkapkan pentingnya literasi Al-Qur’an dalam membangun masyarakat yang inklusif, harmonis, dan memiliki ketahanan spiritual yang kuat dalam menghadapi tantangan zaman. Hal itu disampaikannya dalam ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Internasional ke-4 di Jakarta, Sabtu (1/2/2025).
 
Menurut Abu Rokhmad, literasi Al-Qur’an tidak hanya sebatas kemampuan membaca, tetapi juga melibatkan pemahaman dan penerapannya kehidupan sehari-hari. Dikatakannya, Al-Qur’an mengajarkan prinsip-prinsip toleransi, keadilan, dan keseimbangan yang relevan untuk menjadi pedoman bagi masyarakat dunia dalam menyelesaikan berbagai persoalan.
 
“Peningkatan literasi Al-Qur’an akan melahirkan individu yang berakhlak dan berilmu, serta masyarakat yang mampu hidup dalam harmoni, baik dalam kehidupan sosial maupun dengan lingkungan sekitar,” ungkap Abu Rokhmad.
 
Menurutnya, sejalan dengan tema MTQ Internasional ke-4, yaitu “Al-Qur’an, Environment, and Humanity for Global Harmony,” literasi Al-Qur’an juga berperan dalam meningkatkan kesadaran global mengenai hubungan antara manusia dan lingkungan. Al-Qur’an mengajarkan keseimbangan dalam kehidupan, termasuk pentingnya menjaga kelestarian alam demi keberlanjutan lingkungan.
 
“Dengan demikian, kita dapat membangun kesadaran global tentang hubungan manusia dan lingkungan,” ungkapnya.
 
Abu Rokhmad berharap, ajang MTQ Internasional dapat menjadi motivasi bagi masyarakat untuk terus mendalami dan mengamalkan ajaran Al-Qur’an. Ia juga mengajak seluruh peserta untuk membawa semangat dan inspirasi dari ajang MTQ ini ke negara masing-masing.
 
“Hal ini dapat memperkuat jejaring persaudaraan Islam dan mendorong praktik pengamalan ajaran Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari,” pungkasnya.
 
MTQ Internasional ke-4 ini berlangsung dengan dua cabang lomba, yaitu Tilawah dan Tahfiz Al-Qur’an, diikuti oleh 60 delegasi dari empat benua. Sebanyak 17 peserta Tilawah Putra, 7 peserta Tilawah Putri, 19 peserta Tahfiz Putra, dan 17 peserta Tahfiz Putri berhasil lolos ke babak grand final.
 
Acara yang berlangsung dari 28 Januari hingga 2 Februari 2025 ini juga dimeriahkan dengan berbagai kegiatan lainnya, seperti seminar, pameran kaligrafi internasional, workshop penulisan Al-Qur’an, serta city tour di tiga lokasi.
Tagar Terkait:
#Toleransi#WonderOfHarmony#KUA#MTQ#BimasIslam#KemenagRI

Kontributor & Unit Kerja

Klik kontributor atau unit kerja untuk melihat seluruh berita terkait.

Reporter
Inisial WCP · Tim Peliput
Peliputan & Penulisan NaskahLihat liputan reporter
Editor
Inisial MR · Redaksi Pelaksana
Penyunting Naskah & KurasiLihat artikel editor
Fotografer
Dokumentasi Humas Bimas Islam
Dokumentasi Visual & FotoLihat arsip foto
Unit Kerja
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
SetditjenLihat berita unit kerja
Dipublikasikan secara resmi oleh Kementerian Agama Republik Indonesia.

Baca Selanjutnya

Lihat semua