Bimas IslamDitjen Bimbingan Masyarakat Islam · Kemenag RI

Diikuti 1.000 Peserta, Ngaji Budaya Kemenag Meriahkan UIN Semarang

Semarang, Bimas Islam — Lebih dari 1.000 peserta memadati Auditorium UIN Walisongo Semarang, Kamis (2/10/2025), dalam acara Ngaji Budaya: Haflah Mawlid al-Rasul. Kegiatan yang digelar Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Bimas Islam) Kementerian Agama (Kemenag) menghadirkan penampilan band Letto dan Gamelan Kiai Kanjeng.
 
Direktur Jenderal Bimas Islam, Abu Rokhmad, mengatakan, kegiatan Ngaji Budaya menjadi sarana efektif untuk mengajak generasi muda mencintai seni dan budaya, tanpa meninggalkan nilai-nilai agama.
 
“Mereka (anak-anak muda) sangat dinamis, cepat menerima informasi, dan membutuhkan asupan informasi serta konten yang edukatif. Budaya adalah fondasi bangsa, dan jangan pernah lupa pada ajaran agama sebagai pegangan,” ujarnya.
 
Menurut Abu, pendidikan melalui kebudayaan tidak dapat dipisahkan dari jati diri bangsa. Ia mendorong generasi muda untuk bersikap terbuka terhadap arus informasi global, namun tetap berakar pada tradisi dan spiritualitas. “Generasi muda boleh progresif, tetapi jangan sampai kehilangan akar, atau dalam istilah Jawa disebut wes ora njowo,” jelasnya.
 
Sementara itu, Plt. Direktur Penerangan Agama Islam, Ahmad Zayadi, mengungkapkan bahwa agama dan budaya memiliki hubungan yang tidak terpisahkan dalam dakwah.
 
“Relasi antara agama dan kebudayaan tidak bisa dipisahkan. Seni menjadi instrumen yang membuat nilai-nilai agama lebih mudah diterima dan tidak terasa kering,” katanya.
 
Zayadi juga mengingatkan bahwa Ngaji Budaya merupakan bentuk aktualisasi tradisi dakwah Walisongo, yang memanfaatkan seni dan budaya sebagai media penyebaran Islam yang damai dan kontekstual.
 
Kasubdit Seni Budaya dan Siaran Keagamaan Islam, Wida Sukmawati, turut mengingatkan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam pelestarian budaya. “Kalau generasi muda tidak diperkenalkan pada budaya, mereka bisa kehilangan akar budayanya. Bisa terjadi loss budaya,” ujarnya.
 
Kehadiran peserta dari berbagai kalangan, mulai dari mahasiswa UIN Walisongo, mahasiswa UIN Yogyakarta, hingga masyarakat umum, menunjukkan bahwa Ngaji Budaya telah menjadi ruang inklusif yang menghubungkan nilai agama, seni, dan kehidupan sosial. Kemenag berharap kegiatan ini dapat memperkuat spiritualitas sekaligus menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap budaya bangsa.
Tagar Terkait:
#KUA#BimasIslam#KemenagRI

Kontributor & Unit Kerja

Klik kontributor atau unit kerja untuk melihat seluruh berita terkait.

Reporter
Inisial FN · Tim Peliput
Peliputan & Penulisan NaskahLihat liputan reporter
Editor
Inisial MR · Redaksi Pelaksana
Penyunting Naskah & KurasiLihat artikel editor
Fotografer
Dokumentasi Humas Bimas Islam
Dokumentasi Visual & FotoLihat arsip foto
Unit Kerja
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
SetditjenLihat berita unit kerja
Dipublikasikan secara resmi oleh Kementerian Agama Republik Indonesia.

Baca Selanjutnya

Lihat semua