Bimas IslamDitjen Bimbingan Masyarakat Islam · Kemenag RI

Wamen: Tugas Indonesia Menjadi Pelopor Bagi Kebangkitan Islam Modern

Palembang, bimasislam— Wakil Menteri Agama, Prof. Dr. Nasaruddin Umar, MA, mengatakan bahwa Indonesia memenuhi semua syarat sebagai negara pelopor kebangkitan dunia Islam. “Timur Tengah telah menyelesaikan tugasnya melahirkan Islam, dan kini tugas Indonesia menjadi pelopor bagi kebangkitan Islam modern” demikian dikatakan pria yang termasuk dalam 500 Most Influental Muslim in the World itu pada Selasa (17/9) di Palembang.
 
Menurut Nasaruddin, sangat banyak indikator mengapa Indonesia layak menjadi negara yang pantas memelopori kebangkitan dunia Islam, yang tidak dimiliki oleh negara lain. Dikatakan Nasaruddin, indikator tersebut misalnya jumlah penduduk Muslim terbesar di dunia, letak geografis yang strategis bagi lalu lintas perdagangan internasional,  wilayah geografis yang luas, kekayaan Sumber Daya Alam yang melimpah, jauh dari pusat konflik, serta pertumbuhan ekonomi yang tinggi. Seluruh faktor ini secara bersamaan tidak dimiliki oleh negara-negara Muslim lain.
 
Lebih dari itu, pria yang juga menjabat sebagai Rektor Perguruan Tinggi Ilmu al-Quran (PTIQ) itu juga mengatakan bahwa faktor yang cukup penting lainnya adalah kultur masyarakat Nusantara yang ramah dan moderat. Hal ini, dikatakan Nasaruddin, merupakan berkah dari letak geografis Indonesia  yang merupakan negara kepulauan yang menjadi wilayah migrasi negara-negara Asia kontinental. “Semakin kontinental suatu negara, maka struktur masyarakatnya akan semakin berstratifikasi atau berkasta, hal ini menyulitkan lahirnya peradaban modern. Indonesia tidak memiliki budaya seperti negara-negara Asia Kontinental itu.” jelasnya.
 
Oleh karena itu, Guru Besar Ilmu Tafsir Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Jakarta, itu mengajak agar umat Islam di Indonesia tidak mudah dipecah belah dan diadu domba. “Selama umat Islam bersatu, kita tidak akan dikalahkan. Sementara ini kita masih mudah terpecah, garis keras di satu sisi, dan liberal di sisi lain, semakin lama perbedaan itu makin meruncing. Hal ini yang membuat kita menjadi lemah” keluhnya. (Ska, foto: bimaislam)
Tagar Terkait:
#BimasIslam#KemenagRI

Kontributor & Unit Kerja

Klik kontributor atau unit kerja untuk melihat seluruh berita terkait.

Reporter
Bimas Islam
Peliputan & Penulisan NaskahLihat liputan reporter
Editor
Redaksi Ditjen Bimas Islam
Penyunting Naskah & KurasiLihat artikel editor
Fotografer
Dokumentasi Humas Bimas Islam
Dokumentasi Visual & FotoLihat arsip foto
Unit Kerja
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
SetditjenLihat berita unit kerja
Dipublikasikan secara resmi oleh Kementerian Agama Republik Indonesia.

Baca Selanjutnya

Lihat semua