Bimas IslamDitjen Bimbingan Masyarakat Islam · Kemenag RI

Wacana Publik Tentang Keunggulan Amalan Wakaf Sangat Menggembirakan

Jakarta, bimasislam—Sebagai salah satu ajaran Islam berbasis sosial, perwakafan, kini telah mendapat perhatian publik. Dalam pantauan bimasislam di toko buku Gramedia (12/1), ada satu buku yang berjudul “Dahsyatnya Wakaf, Amalan Dahsyat Banyak Manfaat, Pahala Deras Mengalir Tanpa Henti”, yang ditulis oleh Nur Faizin Muhith dan diterbitkan oleh Al-Qudwah Publishing ini menambah semarak referensi perwakafan di Indonesia.

Sebelum terbitnya Undang-undang No. 41 Tahun 2004 tentang Wakaf dan PP Nomor 42 Tahun 2006 tentang Pelaksanaan Undang-undang Wakaf, dalam pantauan bimasislam, buku-buku perwakafan masih jarang ditemui kecuali yang diterbitkan oleh Direktorat Pemberdayaan Zakat. Jika pun ditemukan di pasaran, masih berkisar pada masalah-masalah hukum perwakafan, termasuk pembahasan perbedaan para ulama tentang boleh tidaknya wakaf dengan uang.

Namun, setelah pemerintah menggencarkan gerakan pelaksanaan wakaf produktif, termasuk launching secara nasional wakaf uang yang dilakukan oleh Presiden SBY pada bulan Januari 2010, isu tertang perwakafan semakin menggelinding dengan deras. Seiring dengan itu, Badan Wakaf Indoensia (BWI) dan beberapa LAZ di Indonesia juga berandil besar menggerakkan wakaf produktif untuk meningatkan kesejahteraan masyarakat.

Dalam catatan bimasislam, gerakan pemberdayaan wakaf produktif masih dilakukan oleh Direktorat Pemberdayaan Wakaf Produktif melalui skim bantuan pemberdayaan tanah wakaf. Sejak tahun 2005, program bantuan ini telah digulirkan untuk bebera skim usaha produktif, seperti pembangunan mini market, penggemukan sapi, pembangunan Ruang VVIP Rumah Sakit Islam, pertokoan, hotel Syariah, rumah penyewaan (kost), dan lain sebagainya. Dengan semakin massifnya sosialisasi pelaksanaan wakaf ke depan dapat menunjang peningkatan kesejahteraan masyarakat. (bieb/foto:bimasislam)

Baca Selanjutnya

Lihat semua
Ada RISE dan KOSMIN untuk Perluas Akses Keagamaan Teman Tuli
Berita · 26 Okt 2026

Ada RISE dan KOSMIN untuk Perluas Akses Keagamaan Teman Tuli

Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat (Ditjen Bimas) Islam Kemenag menyiapkan Ruang Inklusif dan Setara (RISE) dan pengembangan Kosa Isyarat Keislaman Indonesia (KOSMIN) untuk mempermudah akses penyandang disabilitas, khususnya teman tuli, terhadap pemahaman ajaran Islam.

Bagaimana Ijtihad Ulama Berperan dalam Penetapan Status Halal Produk?
Berita · 26 Okt 2026

Bagaimana Ijtihad Ulama Berperan dalam Penetapan Status Halal Produk?

Menurut Fuad, bahan konsumsi dan produk pangan olahan berpotensi masuk kategori syubhat apabila asal-usul dan proses pengolahannya tidak dapat dipastikan. Ia menjelaskan, fatwa halal Majelis Ulama Indonesia (MUI) menjadi dasar bagi Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) dalam menerbitkan sertifikat halal.