Melalui konten yang menarik, dikatakan Tarmizi, dapat menjadikan media sosial Ditjen Bimas Islam sebagai sumber utama bagi masyarakat yang mencari informasi terkait Kebimasislaman.
"Tidak hanya dikemas secara menarik, tetapi juga menggunakan bahasa yang baik, ringan dan bersahabat. Tentunya juga informasi yang up to date," lanjut Tarmizi.
Selain sebagai media informasi, Tarmizi menambahkan, bahwa media sosial juga sebuah media untuk menampung aduan, ide dan masukan dari masyarakat.
Terakhir Tarmizi mengingatkan pentingnya saring sebelum sharing. "Sebelum sebuah informasi itu di sharing ke media sosial, harus benar-benar di saring," tutup Tarmizi.
Kegiatan Sinergi dan Optimalisasi Pengelolaan Media Sosial digelar selama tiga hari, 23 - 25 Juli 2020 di Hotel Harris Vertu Jakarta. Diikuti para pengelola media sosial unit eselon 1 di Kementerian Agama, serta perwakilan dari MUI, BWI, BAZNAS, dan Kanwil Kemenag Provinsi DKI Jakarta.
(nhk/bimasislam)
Kontributor & Unit Kerja
Klik kontributor atau unit kerja untuk melihat seluruh berita terkait.







