Bimas IslamDitjen Bimbingan Masyarakat Islam · Kemenag RI

Sebelum Diluncurkan, Kemenag Lakukan Uji Sahih Buku Moderasi Beragama Perspektif Bimas Islam

Jakarta, Bimas Islam --- Penyusunan buku Moderasi Beragama (MB) perspektif Bimas Islam sudah memasuki tahap penyempurnaan naskah. Rencananya, Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama RI akan segera merilis pada akhir bulan Januari 2022 mendatang.

Fasilitator Tim Penulis Akmal Salim Ruhana mengatakan, kegiatan Uji Sahih Buku MB yang akan berlangsung selama tiga hari, Selasa-Kamis 11-13 Januari 2022 ini merupakan tahap finalisasi. Kegiatan tersebut juga menghadirkan tim reviewer ahli, di antaranya Menag (2014 – 2019) Lukman Hakim Saifuddin, Koordinator Gusdurian Alissa Qotrunnada Wahid, Center for Religious and Cross-Cultural Studies (CRCS) UGM, Yogyakarta Syamsul Ma'arif, dan Staf Khusus Menteri Agama Isfah Abidal Aziz.

“Hasil dari kegiatan ini apakah naskah buku ini nantinya harus dikoreksi secara mayor atau disunting secara keseluruhan, atau pada bab tertentu saja. Namun, tentu berdasarkan arahan dari pimpinan,” kata Akmal usai acara pembukaan Uji Sahih Buku MB di Hotel Milenium, Jakarta Pusat, Selasa (11/1/22) malam.

Menurut Akmal, kegiatan tersebut juga menghadirkan para ahli, praktisi, peneliti, akademisi, ormas Islam, dan perwakilan dari Penyuluh Agama Islam. Ia berharap, buku MB ini juga bisa dilihat dan dikomentari dari berbagai perspektif.

“Misalnya ada beberapa orang yang mengatakan MB ini bias Islam dan konsepnya terus berkembang, jadi kita ingin mendengar perspektif itu dari kegiatan ini,” ujar Kepala Subdit Bina Paham Keagamaan dan Penanganan Konflik Bimas Islam itu.

Akmal menjelaskan, buku yang disusun atas supervisi dari Dirjen Bimas Islam Kamarudin Amin itu sudah melewati proses panjang sejak 20 Maret 2021. Menurutnya, tim penulis juga sudah melakukan riset meja dan penelitian lapangan.

“Semua penulis juga kami support dengan buku-buku referensi, jadi selain riset di lapangan, mereka juga melakukan riset meja, yaitu membaca dari berbagai literatur keagamaan,” ungkap Akmal.

Dikatakan Akmal, buku yang akan diterbitkan Ditjen Bimas Islam ini diharapkan tidak hanya dibaca oleh akademisi, namun juga masyarakat umum. Susunan dan tata bahasa buku ini cukup akademis meski tetap bisa dijangkau umum.

Moderasi Beragama adalah Perjuangan

Moderasi Beragama (MB) selain menjadi kebijakan prioritas Kemenag dan menjadi mandatory dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2020-2024. MB merupakan perjuangan dan sudah menjadi diskursus keagamaan.

“Seperti yang disampaikan oleh Menag Gus Yaqut Cholil Qoumas, moderasi beragama adalah perjuangan,” kata Akmal.

Menurutnya, buku ini merupakan ikhtiar untuk menjangkau masyarakat yang lebih luas. Ia berharap publik bisa mendapatkan sumber bacaan yang otoritatif untuk mendalami dan memahami konsep moderasi beragama.

“Buku ini sangat diperlukan sebagai penjelasan kontekstual atas konsep moderasi beragama pada buku induknya. Dan kita berharap semoga peluncuran buku pada akhir bulan nanti bisa berjalan dengan lancar,” pungkas Akmal.

(Anty)
Tagar Terkait:
#ModerasiBeragama#PenyuluhAgama#BimasIslam#KemenagRI

Kontributor & Unit Kerja

Klik kontributor atau unit kerja untuk melihat seluruh berita terkait.

Reporter
Bimas Islam
Peliputan & Penulisan NaskahLihat liputan reporter
Editor
Redaksi Ditjen Bimas Islam
Penyunting Naskah & KurasiLihat artikel editor
Fotografer
Dokumentasi Humas Bimas Islam
Dokumentasi Visual & FotoLihat arsip foto
Unit Kerja
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
SetditjenLihat berita unit kerja
Dipublikasikan secara resmi oleh Kementerian Agama Republik Indonesia.

Baca Selanjutnya

Lihat semua
Gelar The Wonder of Harmony, Kemenag: Upaya Perbanyak Ruang Perjumpaan
Berita · 26 Okt 2026

Gelar The Wonder of Harmony, Kemenag: Upaya Perbanyak Ruang Perjumpaan

Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat (Ditjen Bimas) Islam tahun ini kembali menggelar The Wonder Harmony.  Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik (HKP) Kementerian Agama Thobib Al-Asyhar mengatakan bahwa giat ini sebagai upaya memperbanyak ruang perjumpaan antarumat beragama.