Bimas IslamDitjen Bimbingan Masyarakat Islam · Kemenag RI

Rakernas Bimas Islam 2026 Tetapkan Tiga Arah Pelayanan Umat

Jakarta, Bimas Islam — Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Bimas Islam) Kementerian Agama Tahun 2026 menetapkan tiga arah pelayanan umat, yaitu berorientasi pada dampak nyata, berkelanjutan, dan berbasis nilai ekoteologi. Arah tersebut dirumuskan melalui rangkaian pra-Rakernas hingga sidang komisi yang menghasilkan risalah rekomendasi strategis sebagai pedoman pelaksanaan program Bimas Islam ke depan.

Sekretaris Direktorat Jenderal Bimas Islam, Lubenah, mengatakan, seluruh direktorat diarahkan menjalankan tugas dan fungsi secara terintegrasi, responsif terhadap dinamika sosial, serta selaras dengan kebutuhan riil umat.

“Rakernas menegaskan arah penguatan layanan bimbingan masyarakat Islam dalam menyiapkan dan melayani umat masa depan melalui penguatan kerukunan, kesalehan sosial, dan kualitas pelayanan keagamaan yang berdampak,” ujar Lubenah saat membacakan risalah rekomendasi pada penutupan Rakernas Bimas Islam di Jakarta, Jumat (23/1/2026).

Dalam bidang penerangan agama Islam, Rakernas merekomendasikan penguatan ekosistem dakwah moderat melalui optimalisasi peran dai dan daiah, seniman agama, seni budaya Islam, tarekat, serta kemitraan umat Islam. Pemanfaatan media digital dan penguatan literasi keagamaan berbasis komunitas ditetapkan sebagai fokus peningkatan kualitas layanan dakwah.

Pada sektor urusan agama Islam dan bina syariah, Rakernas mendorong penguatan tata kelola layanan keagamaan yang tertib, akuntabel, dan beragam. Rekomendasi mencakup penguatan layanan hisab rukyat, konsultasi syariah, pengelolaan masjid, pembinaan paham keagamaan Islam, serta penanganan konflik keagamaan.

Rakernas juga menegaskan penguatan Direktorat Bina Kantor Urusan Agama (KUA) dan program Keluarga Sakinah melalui penguatan kelembagaan KUA, peningkatan kompetensi aparatur, penguatan kemitraan strategis, serta pemenuhan infrastruktur layanan. KUA diarahkan hadir sebagai pusat pelayanan keagamaan dan sosial yang ramah publik, inklusif, dan berkelanjutan.

Sementara itu, pada sektor zakat, wakaf, dan layanan halal, Rakernas menekankan penguatan tata kelola, peningkatan literasi, serta pengembangan zakat dan wakaf produktif sebagai instrumen kesejahteraan dan ketahanan sosial umat. Penguatan sistem layanan jaminan produk halal juga diarahkan agar semakin profesional, transparan, dan mudah diakses masyarakat.

Rakernas Bimas Islam 2026 diharapkan menjadi pijakan strategis dalam memperkuat pelayanan keagamaan yang terarah, kolaboratif, dan berdampak nyata bagi umat, sekaligus menyiapkan masyarakat Islam Indonesia menghadapi tantangan masa depan secara berkelanjutan.
Tagar Terkait:
#KerukunanUmat#Zakat#Wakaf#InfoMasjid#KUA#BinaSyariah#ProdukHalal

Kontributor & Unit Kerja

Klik kontributor atau unit kerja untuk melihat seluruh berita terkait.

Reporter
Inisial MSK · Tim Peliput
Peliputan & Penulisan NaskahLihat liputan reporter
Editor
Inisial MR · Redaksi Pelaksana
Penyunting Naskah & KurasiLihat artikel editor
Fotografer
Dokumentasi Humas Bimas Islam
Dokumentasi Visual & FotoLihat arsip foto
Unit Kerja
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
SetditjenLihat berita unit kerja
Dipublikasikan secara resmi oleh Kementerian Agama Republik Indonesia.

Baca Selanjutnya

Lihat semua
Gelar The Wonder of Harmony, Kemenag: Upaya Perbanyak Ruang Perjumpaan
Berita · 26 Okt 2026

Gelar The Wonder of Harmony, Kemenag: Upaya Perbanyak Ruang Perjumpaan

Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat (Ditjen Bimas) Islam tahun ini kembali menggelar The Wonder Harmony.  Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik (HKP) Kementerian Agama Thobib Al-Asyhar mengatakan bahwa giat ini sebagai upaya memperbanyak ruang perjumpaan antarumat beragama.