"Status kita sebenarnya adalah makhluk langit yang bermukim sementara di dunia. Dalam sesi Talkshow Jalan Pulang, kami ingin menyampaikan pesan bahwa kepulangan terbaik bagi manusia adalah kembali kepada pemilik cinta sejati, sebagaimana tertuang dalam puisi saya,” terang Zayadi kepada wartawan Bimas Islam, Sabtu (6/1/2024).
Cinta Sejati Bekal tuk Kembali
Oleh: Ahmad Zayadi
Tiada cinta sejati milikku
Tiada senyum abadi kuasaku
Tiada nikmat suci ilmuku
Allah al-Wadud, al-Lathif, al-Halim
Bukan aku kau jadikan harapan sejati
Bukan aku kau jadikan dambaan abadi
Bukan aku kau jadikan pegangan suci
Cinta sejati bekal tuk kembali,
Hasbunallah wa ni’mal wakil
Ni’mal maula wani’ma Nashir
Kita ada karena kehendak-Nya
Kita mesra karena cinta-Nya
Kita tahu karena ilmu-Nya
Allahu ‘Alimil ghoibi wassyahadah
Jangan mencintaiku segalanya
Jangan mengharapkanku selamanya
Jangan mimpikanku sepenuhnya
Hanya Allah Maha Sempurna
Terima kasih ya Allah
Engkau anugerahi aku kalbu
Dengannya aku dapat meneguhkan iman dalam hidayah-Mu
Terima kasih ya Allah
Engkau karuniai aku akal
Dengannya aku dapat mengerti firman
dan tanda keagungan-Mu
Terima kasih ya Allah
Engkau beri aku tubuh
Dengannya aku dapat mewujudkan amal maslahah sesama ciptaan-Mu
Dalam kesempatan itu, Zayadi juga menegaskan pentingnya tantangan dakwah ke depan yang harus menyasar semua lapisan masyarakat, termasuk anak punk di jalanan.
"Kami mengapresiasi upaya Ustaz Halim dalam memfasilitasi pendekatan sufi dalam dakwahnya, dengan tujuan menyentuh pusat kesadaran mereka (anak punk), mendorong mereka agar memiliki rasa kebutuhan dan kewajiban beragama," tambahnya.
Menurut Zayadi, pendekatan dakwah dengan metode yang berbeda akan menarik simpati anak punk untuk bisa mencari pencerahan.
“Ustaz Halim telah membuktikan bahwa metode berdakwah tanpa melihat status sosial merupakan bagian dari merawat keberagaman,” ucapnya.
Sementara itu, Ustaz Halim dalam paparannya menyampaikan, dirinya mengajarkan ilmu agama dan mengajak anak punk untuk mencintai tanah air.
“Kami mengajak mereka salat, salawatan, dan kegiatan keagamaan lainnya. Bahkan, kami juga mengajak mereka untuk upacara bendera hari Senin sebagai upaya untuk mengajarkan mereka pentingnya cinta tanah air,”
Kontributor & Unit Kerja
Klik kontributor atau unit kerja untuk melihat seluruh berita terkait.
Reporter
Inisial WCP · Tim Peliput
Peliputan & Penulisan NaskahLihat liputan reporter Editor
Inisial MR · Redaksi Pelaksana
Penyunting Naskah & KurasiLihat artikel editor Fotografer
Dokumentasi Humas Bimas Islam
Dokumentasi Visual & FotoLihat arsip foto Unit Kerja
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
SetditjenLihat berita unit kerja Baca Selanjutnya
Lihat semuaKepdirjen Nomor 888 Tahun 2026
Kepdirjen Standar Pelayanan KUA Nomor 888 Tahun 2026
36 Tahun Menikah, Peserta Marriage Refresh Bagikan Rahasia Tetap Harmonis
36 Tahun Menikah, Peserta Marriage Refresh Bagikan Rahasia Tetap Harmonis
Helmi Nasaruddin Umar Kenalkan Sakinah Care untuk Temani Perjalanan Rumah Tangga
Helmi Nasaruddin Umar Kenalkan Sakinah Care untuk Temani Perjalanan Rumah Tangga
Dari Sumpah ke Teladan: Pemuda sebagai Perekat Persatuan
Dari Sumpah ke Teladan: Pemuda sebagai Perekat Persatuan
Di Grup Kita Diam, di Japri Kita Panjang Bicara: Ada Apa?
Di Grup Kita Diam, di Japri Kita Panjang Bicara: Ada Apa?
Kemenag Dorong Beasiswa Zakat Terintegrasi di SatuBeasiswa, Cegah Pendanaan Ganda
Kemenag dan Kemdiktisaintek Perluas Akses Kuliah melalui SatuBeasiswa






