Bimas IslamDitjen Bimbingan Masyarakat Islam · Kemenag RI

Program Pemberdayaan Rumah Ibadah, Langkah Kemenag Tanamkan Cinta Masjid pada Anak

Bekasi, Bimas Islam — Kementerian Agama menanamkan kecintaan terhadap masjid pada anak-anak melalui Program Pemberdayaan Rumah Ibadah. Program tersebut mendorong rumah ibadah menjadi pusat pendidikan, pembinaan karakter, dan penguatan nilai sosial.

Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah, Arsad Hidayat, mengatakan, program Pemberdayaan Rumah Ibadah mengoptimalkan fungsi masjid, tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai ruang pembinaan generasi muda yang mencintai Al-Qur’an, berakhlak, dan peduli terhadap lingkungan.

“Masjid harus menjadi ruang yang hidup bagi anak-anak dan generasi muda. Tidak hanya untuk beribadah, tetapi juga sebagai pusat belajar, pembinaan akhlak, penguatan nilai sosial, hingga pembentukan karakter cinta lingkungan,” ujar Arsad saat menghadiri Haflah Sertifikasi Tahfizh Al-Qur’an SDIT REJIS di Bekasi, Sabtu (23/5/2026).

Selain memperkuat kecintaan terhadap masjid, Kementerian Agama juga mendorong tumbuhnya budaya ramah lingkungan di lingkungan pendidikan. Arsad mengajak siswa membangun kebiasaan menjaga kebersihan, menanam pohon, dan aktif dalam kegiatan sosial.

Menurutnya, keterlibatan siswa dalam aktivitas masjid penting untuk menumbuhkan rasa memiliki terhadap rumah ibadah sekaligus membangun nilai kedisiplinan, kebersamaan, dan moderasi sejak dini.

“Saya mendorong agar siswa-siswi memiliki mindset ramah lingkungan dengan menanam pohon di lingkungan sekolah, menjaga kebersihan, dan aktif dalam berbagai kegiatan sosial lainnya. Program ini berkaitan dengan penguatan ekoteologi yang menjadi salah satu program prioritas Menteri Agama Nasaruddin Umar,” katanya.

Ia menjelaskan, ekoteologi memandang pelestarian alam sebagai bagian dari tanggung jawab keagamaan. Karena itu, pendidikan agama perlu berjalan seiring dengan kesadaran menjaga lingkungan.

Arsad juga menekankan pentingnya penguatan pembelajaran tilawah dan tahfiz Al-Qur’an di sekolah. Menurutnya, kecintaan terhadap Al-Qur’an perlu ditanamkan sejak usia dini agar menjadi bagian dari karakter generasi muda.

“Kita ingin cinta Al-Qur’an menjadi mindset para siswa-siswi. Mereka tidak hanya mampu membaca dan menghafal, tetapi juga memahami nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari,” pungkasnya.

Sebagai informasi kegiatan Haflah Sertifikasi Tahfizh Al-Qur’an tersebut berlangsung khidmat dihadiri oleh Ketua Yayasan Riyadhul Jannah al-Ma’unah, Nurrahmat, S.Sos, M.Ag beserta segenap pimpinan yayasan dan diikuti para siswa, guru, serta orang tua murid. Acara ini menjadi bentuk apresiasi atas capaian hafalan Al-Qur’an para siswa sekaligus momentum penguatan pendidikan karakter berbasis nilai keislaman dan kepedulian lingkungan.
Tagar Terkait:
#ModerasiBeragama#InfoMasjid#KUA#BinaSyariah#BimasIslam#KemenagRI

Kontributor & Unit Kerja

Klik kontributor atau unit kerja untuk melihat seluruh berita terkait.

Reporter
Inisial MSK · Tim Peliput
Peliputan & Penulisan NaskahLihat liputan reporter
Editor
Inisial MR · Redaksi Pelaksana
Penyunting Naskah & KurasiLihat artikel editor
Fotografer
Dokumentasi Humas Bimas Islam
Dokumentasi Visual & FotoLihat arsip foto
Unit Kerja
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
SetditjenLihat berita unit kerja
Dipublikasikan secara resmi oleh Kementerian Agama Republik Indonesia.

Baca Selanjutnya

Lihat semua
Ada RISE dan KOSMIN untuk Perluas Akses Keagamaan Teman Tuli
Berita · 26 Okt 2026

Ada RISE dan KOSMIN untuk Perluas Akses Keagamaan Teman Tuli

Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat (Ditjen Bimas) Islam Kemenag menyiapkan Ruang Inklusif dan Setara (RISE) dan pengembangan Kosa Isyarat Keislaman Indonesia (KOSMIN) untuk mempermudah akses penyandang disabilitas, khususnya teman tuli, terhadap pemahaman ajaran Islam.