Jakarta, Bimas Islam --- Dalam upaya menekan angka buta aksara Al-Qur’an yang pernah disampaikan oleh Dewan Masjid Indonesia (DMI). Kankemenag Jakarta Timur mengaku sudah lama melaksanakan program Magrib Mengaji, yang juga menjadi program dari Pemprov DKI Jakarta.
Hal ini disampaikan oleh Kepala Seksi Bimas Islam Kankemenag Jakarta Timur, Luqman HT yang menyebut seluruh penyuluh yang mereka miliki, telah dikerahkan untuk melakukan pembinaan baik di Majelis Taklim, maupun di TPQ.
"Semestinya, sudah tidak ada warga muslim di Jakarta Timur ini yang masih belum bisa membaca Al-Qur’an, karena ada sekitar 130 orang penyuluh agama yang sudah kita kerahkan," ungkap Luqman pada Selasa (9/3).
Pasalnya, Luqman mengungkapkan jika program Magrib Mengaji ini juga sejalan dengan program dari Pemprov DKI Jakarta yang menginginkan adanya pembinaan akhlak dan karakter dalam menangkal masalah kenakalan remaja, seperti tawuran, berjudi, dan mabuk-mabukan.
"Di sini juga sudah ada dua ormas yang menaungi pengajian yakni BKMT (Badan Kontak Majelis Taklim) dan FKMT (Forum Komunikasi Majelis Taklim yang rutin mengadakan kegiatan hampir di tiap kelurahan," imbuhnya.
Sebelumnya, Wakil Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI), Syafruddin Kambo mengungkapkan masih ada sebanyak 65 persen umat Islam di Indonesia yang buta aksara Al-Qur’an.
(Boy)
Kontributor & Unit Kerja
Klik kontributor atau unit kerja untuk melihat seluruh berita terkait.
Reporter
Bimas Islam
Peliputan & Penulisan NaskahLihat liputan reporter Editor
Redaksi Ditjen Bimas Islam
Penyunting Naskah & KurasiLihat artikel editor Fotografer
Dokumentasi Humas Bimas Islam
Dokumentasi Visual & FotoLihat arsip foto Unit Kerja
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
SetditjenLihat berita unit kerja 





