Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah, Arsad Hidayat, mengatakan, capaian tersebut menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap literasi keagamaan berbasis digital yang dapat diakses kapan saja dan di mana saja.
“Capaian ini menunjukkan bahwa transformasi digital dalam layanan literasi keagamaan berjalan efektif. ELIPSKI menjadi rujukan masyarakat dalam mengakses kitab dan referensi Islam yang kredibel, sekaligus mendukung penguatan pemahaman keagamaan yang moderat,” ujarnya saat dihubungi tim Bimas Islam, Senin (20/4/2026) di Jakarta.
Selain sebagai repositori kitab digital, ELIPSKI juga menyediakan naskah khotbah yang dimanfaatkan secara luas oleh masyarakat. Hingga periode yang sama, tercatat 455 judul naskah khotbah dengan total 329.765 tampilan dan 50.733 unduhan.
“Hal ini menunjukkan kebutuhan masyarakat terhadap materi keagamaan yang praktis dan siap digunakan semakin meningkat, terutama bagi para dai, khatib, dan penyuluh agama dalam menyampaikan pesan keagamaan yang relevan dan kontekstual,” tambahnya.
Dari sisi sebaran wilayah, akses ELIPSKI didominasi oleh provinsi di Pulau Jawa. Jawa Timur mencatat jumlah pengunjung terbanyak dengan 13.589 akses, disusul Jawa Barat sebanyak 13.222 dan Jawa Tengah 10.359. Sementara itu, Sulawesi Selatan dan Banten masing-masing mencatat 4.901 dan 4.341 pengunjung.
Arsad menyebut, ke depan, ELIPSKI akan terus dikembangkan untuk menjangkau lebih banyak masyarakat di berbagai daerah. “Kami akan terus memperkuat konten, memperluas jangkauan, dan meningkatkan kemudahan akses ELIPSKI agar dapat dimanfaatkan secara optimal oleh seluruh lapisan masyarakat di Indonesia,” tegasnya.
Capaian ini semakin memperkuat peran ELIPSKI sebagai platform literasi digital Kementerian Agama dalam mendukung penyebaran pengetahuan Islam yang moderat, sekaligus mendorong peningkatan kualitas pemahaman keagamaan masyarakat secara luas.
Kontributor & Unit Kerja
Klik kontributor atau unit kerja untuk melihat seluruh berita terkait.







