Tampak hadir mendampingi Dirjen, antara lain Direktur Kesehatan Keluarga Erna Mulati, Kasubdit Kesehatan Usia Reproduksi Lovely Daisy, Direktur Bina KUA dan Keluarga Sakinah Muharam, serta Kasubdit Bina Keluarga Sakinah Muhammad Adib.
Dalam sambutannya, Kamaruddin Amin, mengatakan bahwa Indonesia merupakan negara yang sangat besar, baik dari segi demografi, ekonomi, budaya, dengan disparitas regional yang sangat besar.
"Oleh karena itu, dibutuhkan sinergi produktif secara maksimal dengan Kementerian/Lembaga lain dalam membentuk sebuah keluarga untuk menciptakan generasi yang kuat dan kokoh," lanjut Dirjen.
"Alhamdulillah, pada saat ini, Kementerian Agama dapat bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan dalam melakukan bimbingan perkawinan dan layanan kesehatan calon pengantin," kata Dirjen.
Dikatakan Dirjen, ada dua hal yang menjadi tantangan dalam melaksanakan program bimbingan perkawinan, yaitu seberapa banyak kita bisa menjangkau, dan menyiapkan modul yang berkualitas bagi calon pengantin.
Sementara, Dirjen Kesehatan Masyarakat Kirana Pritasari, mengatakan bahwa latar belakang Kementerian Kesehatan sangat berharap terjalinnya kerjasama ini terjalin, yaitu adanya RPJMN 2020-2024, yang tertulis dari tujuan pembangunan dalam bidang kesehatan antara lain menurunkan angka kematian ibu, stunting, perceraian, dan kekerasan terhadap perempuan.
Dengan kerjasama ini, Kirana Pritasari berharap dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia, terutama untuk mencapai ketahanan dan kesejahteraan keluarga.
(nhk/bimasislam)
Kontributor & Unit Kerja
Klik kontributor atau unit kerja untuk melihat seluruh berita terkait.







