Karimun, Bimas Islam -- Plt. Kasi Bimas Islam Kankemenag Karimun Samsuddin mendorong penyuluh agama untuk terus menyosialisasikan moderasi beragama. Hal tersebut, kata dia, merupakan upaya memperkuat kerukunan di tengah masyarakat.
"Penyuluh agama perlu terus menyosialisasikan pentingnya moderasi beragama. Apalagi masih ditemui konflik berlatar agama," tutur Samsuddin saat membuka Pembekalan Moderasi Beragama bagi Penyuluh Agama di Aula FKUB Karimun, Selasa (8/11).
Menurut Samsuddin, moderasi beragama merupakan cara beragama yang tepat untuk diterapkan di Indonesia. Dengan keberagaman yang ada, kata dia, moderasi beragama menjadi perekat kerukunan.
"Moderasi beragama bukan memoderasi agama, tetapi sebuah cara pandang dalam beragama yang menempatkan diri di tengah-tengah. Dalam Islam dikenal dengan istilah Islam wasatiah yang mengutamakan kebersamaan daripada permusuhan," jelasnya.
Samsuddin berharap, sosialisasi yang rutin dilakukan penyuluh agama dapat merekatkan kerukunan di tengah keberagaman. Dia juga berharap masyarakat semakin memahami pentingnya moderasi beragama dalam kehidupan sosial kemasyarakatan.
"Karena pentingnya moderasi beragama, maka penyuluh agama yang merupakan orang yang ditokohkan di masyarakat, tempat bertanya, dan menjadi contoh bagi masyarakat perlu memiliki pemahaman tentang moderasi beragama yang luas dan memadai," tandasnya.
(Rendi)
Kontributor & Unit Kerja
Klik kontributor atau unit kerja untuk melihat seluruh berita terkait.
Reporter
Bimas Islam
Peliputan & Penulisan NaskahLihat liputan reporter Editor
Redaksi Ditjen Bimas Islam
Penyunting Naskah & KurasiLihat artikel editor Fotografer
Dokumentasi Humas Bimas Islam
Dokumentasi Visual & FotoLihat arsip foto Unit Kerja
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
SetditjenLihat berita unit kerja 






