Bimas IslamDitjen Bimbingan Masyarakat Islam · Kemenag RI

Nur Syam Ingatkan Ancaman Kekerasan Ekstrem di Ruang Keagamaan

Tangerang, Bimas Islam — Penasihat Ahli Menteri Agama Nur Syam mengungkapkan bahwa di tengah tingginya tingkat religiusitas masyarakat Indonesia, sejumlah hasil survei menunjukkan masih ada pandangan yang membenarkan kekerasan atas nama agama.

"Sejumlah data survei nasional memperlihatkan adanya sebagian masyarakat yang masih memandang kekerasan sebagai bentuk pembelaan agama. Kondisi ini dinilai perlu mendapat perhatian serius dalam perumusan kebijakan kehidupan beragama." Kata Nur Syam dalam Lokakarya Kementerian Agama, Senin (15/12/2025).

Nur Syam mencontohkan sejumlah pandangan yang masih ada, antara lain: kesediaan membela agama dengan perang, serta mendukung organisasi agama yang membela kelompok pro kekerasan. Temuan survei tersebut menunjukkan adanya kelompok masyarakat yang masih memandang kekerasan sebagai bagian dari pembelaan agama. “Ini kabar yang kurang menggembirakan bagi kita,” katanya.

Nur Syam juga mengungkapkan kekhawatirannya terhadap kelompok usia muda yang mulai terpapar pandangan kekerasan ekstrem. “Yang agak mengkhawatirkan adalah bahwa generasi yang berada di usia 21 tahun, itu setara dengan anak-anak SMA/SMK, bahkan SMP, itu ternyata mereka sudah terpapar dengan virus kekerasan ini,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa kelompok ekstremis mengalami pergeseran pola dan strategi dakwah, sehingga tidak lagi tampil secara terbuka dengan narasi ekstrem. “Pola perubahan strateginya itu dari khilafah ke pendekatan syariah. Jadi gak ada lagi di perbincangan yang membicarakan mengenai khilafah,” katanya.

“Dari radikal ke humanis, dan konsep kearab-araban sudah diganti dengan keindonesiaan,” sambung Nur Syam.

Nur Syam menekankan pentingnya kewaspadaan bersama terhadap perubahan strategi tersebut. Diharapkannya, Kementerian Agama dapat melakukan deteksi dini terhadap bibit-bibit kekerasa dan intoleransi, serta penguatan Moderaai Beragama.

“Kita tidak boleh lengah karena sekarang mereka sudah beralih orientasinya kayak begitu, lalu kita tidak lagi aware,” pungkasnya.

(kemenag.go.id)
Tagar Terkait:
#Toleransi#BinaSyariah#BimasIslam#KemenagRI

Kontributor & Unit Kerja

Klik kontributor atau unit kerja untuk melihat seluruh berita terkait.

Reporter
Bimas Islam
Peliputan & Penulisan NaskahLihat liputan reporter
Editor
Redaksi Ditjen Bimas Islam
Penyunting Naskah & KurasiLihat artikel editor
Fotografer
Dokumentasi Humas Bimas Islam
Dokumentasi Visual & FotoLihat arsip foto
Unit Kerja
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
SetditjenLihat berita unit kerja
Dipublikasikan secara resmi oleh Kementerian Agama Republik Indonesia.

Baca Selanjutnya

Lihat semua
Gelar The Wonder of Harmony, Kemenag: Upaya Perbanyak Ruang Perjumpaan
Berita · 26 Okt 2026

Gelar The Wonder of Harmony, Kemenag: Upaya Perbanyak Ruang Perjumpaan

Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat (Ditjen Bimas) Islam tahun ini kembali menggelar The Wonder Harmony.  Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik (HKP) Kementerian Agama Thobib Al-Asyhar mengatakan bahwa giat ini sebagai upaya memperbanyak ruang perjumpaan antarumat beragama.