Bimas IslamDitjen Bimbingan Masyarakat Islam · Kemenag RI

Misi Nabi Muhammad: Melepaskan Beban dan Belenggu Umat Manusia

Jakarta, bimasislam— Dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw di Masjid Inti Iman Pamulang Timur, Tangerang Selatan, hari Ahad (19/1), Dr. Ali Nurdin, menguraikan tiga misi sosial Rasulullah Saw dengan mendasarkan QS: Al-A’raf/7 ayat 157, (Yaitu) orang-orang yang mengikuti Rasul, Nabi yang ummi yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka, yang menyuruh mereka (mengerjakan) yang ma’ruf dan melarang mereka dari (mengerjakan) yang munkar, dan menghalalkan bagi mereka segala hal yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk, serta membuang dari mereka beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka. Maka, orang-orang yang beriman kepadanya, memuliakanya, dan menolongnya, dan mengikuti cahaya terang yang diturunkan kepadanya (Alquran), mereka itulah orang-orang yang beruntung.
 
Pertama, misi amar ma’ruf nahi munkar. Ma’ruf dimaknai sebagai segala hal yang disepakati secara konsensus oleh masyarakat tertentu sebagai tradisi, jelas Ali. Jadi, segala hal yang menyalahi konsensus tersebut dinilai sebagai munkar. Namun yang harus digarisbawahi, menurutnya, fitrah manusia itu cenderung pada kebaikan, sehingga apapun yang dikonsensuskan sesungguhnya bertujuan untuk kebaikan manusia. Ma’ruf sangat dinamis, maka terbuka kemungkinan untuk ditinjau kembali dan bisa berubah.
 
Kedua, misi menghalalkan yang baik dan mengharamkan yang buruk. Poin ini jangan diasumsikan bahwa Islam hanya berkutat pada hal yang normatif, tegas Pembantu Rektor III Institut PTIQ ini. Sesungguhnya aspek ini merupakan upaya Islam untuk menata kehidupan umatnya secara baik, terhindar dari segala hal yang buruk.
 
Rejeki dan makan-minum yang halal akan membentuk kepribadian yang baik pada diri umat Islam, ungkapnya. Ini modal penting untuk membangun kehidupan sosial yang terbaik.
 
Ketiga, misi untuk melepaskan beban dan belenggu umat manusia. Misi ini menegaskan betapa Rasulullah sangat peduli untuk membahagiakan umatnya, bukan hanya di dunia tetapi juga di akhirat kelak. Sampai-sampai, betapa keras kepedulian Rasulullah digambarkan dalam Surah Ash-Sharh/94, terang doktor di bidang tafsir lulusan UIN Jakarta ini. Dengan surah ini seakan-akan Allah ingin menggembirakan Nabi Muhammad di tengah kerasnya upaya beliau membimbing umatnya.
 
Dalam kerangka tiga misi sosial Rasulullah tersebut, siapa saja yang mengikutinya maka sungguh dia telah memuliakan beliau, sebagai bentuk keimanan seseorang dan upaya mengikuti ajaran Alquran, urai Ali Nurdin di hadapan puluhan jamaah yang berdomisili di perumahan Vila Inti Persada Pamulang. Dan, barangsiapa yang memuliakan Rasulullah, maka dia tergolong orang-orang yang beruntung, sebagaimana disebutkan dalam Ayat Alquran di atas. (edijun/foto:wallsave)

Baca Selanjutnya

Lihat semua
Ada RISE dan KOSMIN untuk Perluas Akses Keagamaan Teman Tuli
Berita · 26 Okt 2026

Ada RISE dan KOSMIN untuk Perluas Akses Keagamaan Teman Tuli

Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat (Ditjen Bimas) Islam Kemenag menyiapkan Ruang Inklusif dan Setara (RISE) dan pengembangan Kosa Isyarat Keislaman Indonesia (KOSMIN) untuk mempermudah akses penyandang disabilitas, khususnya teman tuli, terhadap pemahaman ajaran Islam.

Bagaimana Ijtihad Ulama Berperan dalam Penetapan Status Halal Produk?
Berita · 26 Okt 2026

Bagaimana Ijtihad Ulama Berperan dalam Penetapan Status Halal Produk?

Menurut Fuad, bahan konsumsi dan produk pangan olahan berpotensi masuk kategori syubhat apabila asal-usul dan proses pengolahannya tidak dapat dipastikan. Ia menjelaskan, fatwa halal Majelis Ulama Indonesia (MUI) menjadi dasar bagi Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) dalam menerbitkan sertifikat halal.