Bimas IslamDitjen Bimbingan Masyarakat Islam · Kemenag RI

Menag: Kerukunan Akan Terwujud Jika Ego Identitas Disingkirkan

Jakarta, bimasislam -- Dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, Indonesia telah memiliki ideologi bernama Pancasila sebagai norma fundamental bernegara, staat fundamental norm, sekaligus juga sebagai filsafat dasar philosophische grondslag, yang berfungsi sebagai pijakan nilai-nilai moral bermasyarakat dan bernegara. Di sinilah Pancasila sebagai pengikat heterogenitas dalam kehidupan plural agar senantiasa tercipta kerukunan dan kedamaian.
 
Hal ini sampaikan Menteri Agama RI, H. Suryadharma Ali saat menyampaikan sambutan pada acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1435 Hijriyah di Istana Negara, Jakarta, Rabu (15/1) malam. Hadir Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Wapres Boediono, Menteri Kabinet Indonesia Bersatu II, para Duta Besar Negara Sahabat dan para Pimpinan Ormas Islam.
 
“Jika ditilik lebih lanjut dalam butir butir Piagam Madinah maka akan ditemukan nilai-nilai yang amat relevan dengan upaya kita membangun bangsa yang rukun, bukan saja rukun dalam konteks kehidupan beragama tetapi rukun dalam konteks berbangsa, dari kerukunan umat beragama menuju kerukunan nasional”, terang Menag
 
Piagam Madinah dan Pancasila, lanjut Menag terlihat paralel di mana keduanya berfungsi sebagai landasan nilai untuk selalu menghormati keragaman, menghargai hak-hak warga, dan mewajibkan para pemeluk agama untuk berpartisipasi-aktif dalam membangun bangsa.
 
Menag kembali menegaskan bahwa Piagam Madinah memberi pesan lain akan pentingnya melepaskan diri dari ego Identitas yang menganggap diri sendiri sebagai yang paling hebat dan mengecilkan orang lain. “Kebersamaan, kerukunan, kedamaian akan terwujud manakala ego Identitas semacam ini disingkirkan dalam kehidupan sehari hari demi memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa”, tegas Menag. (syam/foto:bimasislam)

Baca Selanjutnya

Lihat semua
Ada RISE dan KOSMIN untuk Perluas Akses Keagamaan Teman Tuli
Berita · 26 Okt 2026

Ada RISE dan KOSMIN untuk Perluas Akses Keagamaan Teman Tuli

Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat (Ditjen Bimas) Islam Kemenag menyiapkan Ruang Inklusif dan Setara (RISE) dan pengembangan Kosa Isyarat Keislaman Indonesia (KOSMIN) untuk mempermudah akses penyandang disabilitas, khususnya teman tuli, terhadap pemahaman ajaran Islam.

Bagaimana Ijtihad Ulama Berperan dalam Penetapan Status Halal Produk?
Berita · 26 Okt 2026

Bagaimana Ijtihad Ulama Berperan dalam Penetapan Status Halal Produk?

Menurut Fuad, bahan konsumsi dan produk pangan olahan berpotensi masuk kategori syubhat apabila asal-usul dan proses pengolahannya tidak dapat dipastikan. Ia menjelaskan, fatwa halal Majelis Ulama Indonesia (MUI) menjadi dasar bagi Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) dalam menerbitkan sertifikat halal.