Bimas IslamDitjen Bimbingan Masyarakat Islam · Kemenag RI

Makna Ziarah bagi Ummat

Oleh:
Nasuha Abu Bakar, MA*

 
Sahabat sahabat sejatiku, pagi ini kamis 26 Desember 2019 tepat jam 6.30 saya bersama rombongan pengurus Majlis Ulama Indonesia (MUI) Tangerang Selatan berangkat menuju makan sultan Hasanuddin di kawasan Banten lama. Program ziarah ini sudah lumayan lama diagendakan, setidaknya tiga bulan sebelum keberangkatan sudah dibicarakan.
 
Terlepas dari perbedaan pandangan tentang berziarah antara yang biasa dan yang belum biasa, saya ingin melihat dari sisi yang berbeda yaitu sebagai media keguyuban, kebersamaan. Dengan berziarah umat diperkenalkan dengan tokoh agama yang diziarahi nya. Ada peribahasa jika tidak kenal, maka tak sayang, jika tak sayang otomatis takkan cinta.
 
Membangun cinta ummat kepada para ulama, para kiyai, para guru, para ajengan yang sangat berjasa dalam mengembangkan syiar agama, menjaga keutuhan umat, mengupayakan dan memper erat persahabatan tidak mudah, terlebih kepada ulama yang sudah wafat. Oleh karenanya berziarah dijadikan sebagai media untuk membangun rasa cinta, ta'dzim kepada para ulama. Disamping itu, berziarah dapat memberikan spirit semangat dakwah kepada para guru, ulama, ajengan, dan para kiyai.
 
Menurut pak ustadz Dzul Birri berziarah dapat mengingatkan umat kepada kematian sebagaimana pesan pesan baginda nabi dalam beberapa sabdanya. Karena adakalanya ketika manusia memperoleh kesuksesan materi, kedudukan, kesejahteraan, kesehatan, seringkali terbuai dengan semuanya yang disebutkan tadi. Akan tetapi ketika orang itu berkunjung ke makam makam, apakah berziarah ke makam gurunya, makam orangtuanya, makam anak dan makam istrinya, maka batinnya akan mendapatkan pelajaran tentang tidak abadinya kehidupan dunia, itulah kematian. Kematian akan selalu teringat ketika dipersaksikan di hadapan nya. Sungguh benar dan menjadi kenyataan jika nabi bersabda menganjurkan untuk mengunjungi orang orang yang telah wafat. Itulah akhir pesan pak ustadz Dzul Birri dalam pengajian malam Jum'at Kliwonannya di akhir tahun 2019.
 
Wallaahu 'alam bish shawaab wa ilaihil musta'aan
(Serang, Kamis 26 Desember 2019 jam 8.30)
 
*Penyuluh Agama Islam Kota Tangerang Selatan
Tagar Terkait:
#39#PenyuluhAgama#BimasIslam#KemenagRI

Kontributor & Unit Kerja

Klik kontributor atau unit kerja untuk melihat seluruh berita terkait.

Reporter
Bimas Islam
Peliputan & Penulisan NaskahLihat liputan reporter
Editor
Redaksi Ditjen Bimas Islam
Penyunting Naskah & KurasiLihat artikel editor
Fotografer
Dokumentasi Humas Bimas Islam
Dokumentasi Visual & FotoLihat arsip foto
Unit Kerja
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
SetditjenLihat berita unit kerja
Dipublikasikan secara resmi oleh Kementerian Agama Republik Indonesia.

Baca Selanjutnya

Lihat semua