Bimas IslamDitjen Bimbingan Masyarakat Islam · Kemenag RI

Kajian Rutin Kemenag: Perbaikan Individu, Dasar Sistem Sosial Islam

Jakarta, Bimas Islam— Direktorat Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Kementerian Agama menggelar Kajian Ba'da Zuhur di Masjid Al-Ikhlas Kemenag, Kamis (27/11/2025). Kegiatan yang berlangsung sekitar 20 menit ini diikuti jemaah salat zuhur dan menghadirkan K.H. Ahmad Shaleh Amin dari Lembaga Dakwah PBNU sebagai penceramah.
 
Dalam ceramahnya, K.H. Ahmad Shaleh Amin membahas pentingnya perbaikan individu sebagai fondasi sistem sosial Islam. Ia mengungkapkan, sejarah peradaban menunjukkan kejayaan suatu bangsa selalu ditopang oleh masyarakat yang berkarakter dan sistem sosial yang kuat.
 
Mengutip pemikiran Syaikh Muhammad al-Tahir Ibn Ashur dalam Usul al-Nizam al-Ijtima’iy fi al-Islam, Ahmad menjelaskan bahwa sistem sosial Islam dibangun atas nilai keadilan, akhlak, dan pengembangan individu. Menurutnya, perubahan sosial tidak dapat dipisahkan dari perubahan pribadi.
 
“Tidak ada bangsa yang dapat bangkit tanpa membangun manusianya. Perbaikan sistem harus dimulai dari perbaikan individu,” ujarnya.
 
Ahmad menjelaskan, reformasi individu mencakup dua aspek, yaitu perbaikan pola pikir dan perbaikan amal perbuatan, karena tindakan manusia lahir dari cara berpikirnya. “Jika pikiran baik, amal otomatis baik. Jika pikiran kotor, maka perilaku akan rusak,” jelasnya.
 
Ia menyebutkan bahwa banyak persoalan dalam keluarga, perkantoran, hingga masyarakat bermula dari pola pikir negatif dan prasangka buruk. “Munculnya suasana tidak nyaman di rumah, di kantor, hingga lingkungan sosial sering kali berasal dari prasangka buruk. Islam mengajarkan husnuzan, yaitu berbaik sangka kepada Allah dan sesama,” tegasnya.
 
Menurut Ahmad, pola pikir positif bukan hanya akhlak pribadi, tetapi juga fondasi dalam membangun masyarakat yang harmonis.
 
Dalam kajian tersebut, Ahmad juga mengulas tantangan generasi muda pada era informasi yang serbacepat. Ia mengatakan bahwa tanpa pembinaan iman, generasi muda mudah terpengaruh oleh hal-hal negatif. “Iman adalah kompas moral. Tanpa iman, seseorang kehilangan arah dalam memilih mana yang benar dan salah,” ujarnya.
 
Ia lalu mengutip kisah Ashabul Kahfi dalam Surah Al-Kahfi sebagai teladan pemuda beriman yang dianugerahi keteguhan hati oleh Allah. “Umat Islam perlu menyiapkan generasi muda yang memiliki iman yang kuat,” tutupnya.
Tagar Terkait:
#InfoMasjid#KUA#BinaSyariah#BimasIslam#KemenagRI

Kontributor & Unit Kerja

Klik kontributor atau unit kerja untuk melihat seluruh berita terkait.

Reporter
Inisial NHK · Tim Peliput
Peliputan & Penulisan NaskahLihat liputan reporter
Editor
Inisial MR · Redaksi Pelaksana
Penyunting Naskah & KurasiLihat artikel editor
Fotografer
Dokumentasi Humas Bimas Islam
Dokumentasi Visual & FotoLihat arsip foto
Unit Kerja
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
SetditjenLihat berita unit kerja
Dipublikasikan secara resmi oleh Kementerian Agama Republik Indonesia.

Baca Selanjutnya

Lihat semua
Ada RISE dan KOSMIN untuk Perluas Akses Keagamaan Teman Tuli
Berita · 26 Okt 2026

Ada RISE dan KOSMIN untuk Perluas Akses Keagamaan Teman Tuli

Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat (Ditjen Bimas) Islam Kemenag menyiapkan Ruang Inklusif dan Setara (RISE) dan pengembangan Kosa Isyarat Keislaman Indonesia (KOSMIN) untuk mempermudah akses penyandang disabilitas, khususnya teman tuli, terhadap pemahaman ajaran Islam.