Jakarta, Bimas Islam --- Sekretaris Ditjen Bimas Islam, M. Fuad Nasar mengemukakan salah satu hikmah dari ibadah puasa Ramadan yakni melatih umat Islam akan pentingnya kejujuran. Hal ini karena ibadah puasa tidak terlihat secara kasatmata oleh orang lain.
"Secara universal, kejujuran diakui sebagai jantung moralitas kemanusiaan. Siapa saja, bangsa mana pun, dan apa pun keyakinannya pasti menghargai kejujuran dan memandang kebohongan sebagai sesuatu yang buruk dan tercela," papar Fuad dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (26/4).
Dalam upaya membangun masyarakat yang jujur, lanjut Fuad, maka diperlukan pembentukan pribadi-pribadi jujur sejak dari dalam keluarga. Menurutnya, perbaikan akhlak bangsa harus dimulai dari penguatan keimanan dan membudayakan kejujuran.
"Krisis kejujuran akan berdampak luas di tengah masyarakat, seperti menyuburkan praktik korupsi yang merusak sendi-sendi kehidupan bangsa dan negara. Karena kelihaian mereka dalam membuat lingkaran kebohongan, sebagian perbuatan tersebut justru tidak tersentuh oleh hukum," imbuhnya.
Fuad melanjutkan salah satu misi dakwah dari ajaran Islam yakni memperbaiki moral kemanusiaan dan akhlak manusia dengan cara memperkuat keimanan dan membangun kultur kejujuran.
"Setiap orang seyogyanya merasa malu melakukan kejahatan dan pelanggaran, meski tidak diketahui orang lain. Oleh karena itu, pendidikan di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat merupakan basis terbentuknya karakter manusia yang beriman dan jujur.
(Boy)
Kontributor & Unit Kerja
Klik kontributor atau unit kerja untuk melihat seluruh berita terkait.
Reporter
Bimas Islam
Peliputan & Penulisan NaskahLihat liputan reporter Editor
Redaksi Ditjen Bimas Islam
Penyunting Naskah & KurasiLihat artikel editor Fotografer
Dokumentasi Humas Bimas Islam
Dokumentasi Visual & FotoLihat arsip foto Unit Kerja
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
SetditjenLihat berita unit kerja 





