Jakarta, Bimas Islam --- Sekretaris Ditjen Bimas Islam, M. Fuad Nasar menyampaikan Gerakan Wakaf Al-Qur’an yang telah dilakukan oleh berbagai lembaga dapat membantu distribusi Al-Qur’an kepada masyarakat. Hal ini sangat bermanfaat terutama untuk mengatasi masalah buta aksara Al-Qur’an.
"Apalagi sekarang ini banyak daerah yang mengalami musibah banjir dan sehingga banyak sekali Al-Qur’an yang tidak bisa dipakai, itu juga meningkatkan kebutuhan terhadap distribusi Al-Qur’an," ungkap Fuad pada Rabu (10/3).
Fuad mengemukakan jika Gerakan Wakaf Al-Qur’an ini perlu semakin digencarkan agar dapat memenuhi kebutuhan di tiap-tiap masjid, Majelis Taklim, dan TPQ dalam mengajarkan Al-Qur’an kepada umat muslim di pelosok daerah.
"Oleh karena itu, kami mengimbau gerakan wakaf ini perlu digiatkan kembali untuk mengatasi kekurangan Qur’an, dan mampu memenuhi kebutuhan di tengah masyarakat," imbuhnya.
Selain itu, Fuad juga mengimbau kepada para penyuluh agama menjadi garda terdepan dalam melakukan pendidikan kepada umat muslim, agar menekan angka buta aksara Al-Qur’an yang pernah disampaikan oleh Dewan Masjid Indonesia (DMI).
"Peran penyuluh harus benar-benar dirasakan kehadirannya oleh masyarakat, karena mereka adalah ujung tombak pelayanan publik di lingkungan Kementerian Agama," tutupnya.
(Boy)
Kontributor & Unit Kerja
Klik kontributor atau unit kerja untuk melihat seluruh berita terkait.
Reporter
Bimas Islam
Peliputan & Penulisan NaskahLihat liputan reporter Editor
Redaksi Ditjen Bimas Islam
Penyunting Naskah & KurasiLihat artikel editor Fotografer
Dokumentasi Humas Bimas Islam
Dokumentasi Visual & FotoLihat arsip foto Unit Kerja
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
SetditjenLihat berita unit kerja 





