Bimas IslamDitjen Bimbingan Masyarakat Islam · Kemenag RI

Aktor Resolusi Konflik Diminta Tanamkan Empati dalam Bekerja

Jakarta, Bimas Islam -- Penyuluh dan penghulu aktor resolusi konflik harus memiliki simpati dan empati agar tergerak membantu masyarakat yang tengah mengalami konflik. Hal itu disampaikan Kasubdit Bina Paham Keagamaan Islam dan Penanganan Konflik, Dedi Slamet Riyadi pada kegiatan Bimtek SPARK (Seleksi Penghulu dan Penyuluh Aktor Resolusi Konflik) di Jakarta, Rabu malam (11/5/2023).
 
"Peserta SPARK ini harus mempunyai empati dan simpati kepada masyarakat, welas asih kita sebagai manusia. Kita harus bisa merasakan apa yang dialami masyarakat, itu yang paling penting. Simpati dan empati kepada siapa pun," ujarnya.
 
Ia mengatakan, empati dan simpati tersebut dapat ditunjukkan dengan kesigapan dalam membantu masyarakat yang dihancurkan rumah ibadahnya, atau dipisahkan dari anak-anaknya.
 
Dedi juga mengatakan, simpati dan empati harus terus diasah agar kepekaan yang dimiliki semakin tajam, sehingga dapat menyelesaikan konflik yang terjadi di masyarakat dengan hati.
 
"Jika kita terus mengasah kepekaan itu, mengasah empati, mengasah simpati, kita akan merasakan apa yang masyarakat rasakan," ujarnya.
 
"Simpati dan empati itulah yang harus dibangun, yang harus dikembangkan, yang harus ditumbuhkan dalam jiwa dan hati aktor resolusi konflik. Dalam keadaan apa pun, kita tergerak untuk membantu," pungkasnya.
Tagar Terkait:
#PenyuluhAgama#BimasIslam#KemenagRI

Kontributor & Unit Kerja

Klik kontributor atau unit kerja untuk melihat seluruh berita terkait.

Reporter
Inisial MSK · Tim Peliput
Peliputan & Penulisan NaskahLihat liputan reporter
Editor
Inisial MR · Redaksi Pelaksana
Penyunting Naskah & KurasiLihat artikel editor
Fotografer
Dokumentasi Humas Bimas Islam
Dokumentasi Visual & FotoLihat arsip foto
Unit Kerja
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
SetditjenLihat berita unit kerja
Dipublikasikan secara resmi oleh Kementerian Agama Republik Indonesia.

Baca Selanjutnya

Lihat semua