Media Sosial

 

Hakikat Manusia Sebagai Makhluk Merdeka

Hakikat Manusia Sebagai Makhluk Merdeka
Pengarang
Sahari Salahuddin 
Instansi
Kategori
Merdeka 
Statistik Data
 
Tgl. Publish
Rabu, 02 Agustus 2023 

HAKIKAT MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK MERDEKA

Oleh: Sahari Salahuddin

KHUTBAH PERTAMA

إِنَّ الْحَمْدَ لِلّٰهِ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. اَشْهَدُ أَنْ لَا اِلٰهَ اِلاَّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنّ سَيَّدَنَا مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى أَشْرَافِ الأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ سَيِّدِنَا وَنَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ.

أَمَّا بَعْدُ: فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ رَحِمَكُمُ اللهُ اُوْصِيْنِيْ نَفْسِىْ وَإِيَّاكُمْ بِتَقْوَى اللهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. فَقَالَ اللهُ تَعَالَى فِيْ كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ : أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ، بِسْمِ ٱللّٰهِ ٱلرَّحْمٰنِ ٱلرَّحِيمِ. وَلَقَدْ كَرَّمْنَا بَنِيْٓ اٰدَمَ وَحَمَلْنٰهُمْ فِى الْبَرِّ وَالْبَحْرِ وَرَزَقْنٰهُمْ مِّنَ الطَّيِّبٰتِ وَفَضَّلْنٰهُمْ عَلٰى كَثِيْرٍ مِّمَّنْ خَلَقْنَا تَفْضِيْلًا

Hadirin jama’ah Jum’at hafidzakumullah,

Iman dan kesehatan adalah nikmat paling mahal saat ini. Karena ada orang yang diberi kesehatan, namun tidak digerakkan hatinya untuk melaksanakan ibadah seperti shalat Jumat saat ini. Sebaliknya, ada pula yang punya keinginan kuat agar bisa menjalankan shalat Jumat berjamaah, namun terkendala kesehatan yang tidak memungkinkan datang ke masjid. Karenanya, mari kita syukuri nikmat yang Allah berikan ini dengan menjalankan perintah dan menjauhi larangan sebagai bentuk takwallah. Shalawat dan salam senantiasa kita persembahkan pada baginda Rasulullah saw. Keluarga dan para sahabatnya dan semoga percikan rahmatnya sampai kepada kita para umatnya yang mengikuti ajaran beliau.

Pada kesempatan hari ini, khatib mengangkat tema tentang hakikat manusia sebagai makhluk merdeka. Sebagai makhluk yang paling mulia, Allah membekali manusia dengan akal dan kehendak bebas, yang memungkinkannya untuk memilih jalan hidup yang akan diambil. Manusia juga diberikan tanggung jawab untuk menjaga dan memelihara bumi serta segala isinya. Sebagaimana firman-Nya dalam Q.S. al-Isra ayat 70:

وَلَقَدْ كَرَّمْنَا بَنِيْٓ اٰدَمَ وَحَمَلْنٰهُمْ فِى الْبَرِّ وَالْبَحْرِ وَرَزَقْنٰهُمْ مِّنَ الطَّيِّبٰتِ وَفَضَّلْنٰهُمْ عَلٰى كَثِيْرٍ مِّمَّنْ خَلَقْنَا تَفْضِيْلًا ࣖ

“dan sungguh, Kami telah memuliakan anak cucu Adam dan Kami angkut mereka di darat dan di laut. Kami anugerahkan pula kepada mereka rezeki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka di atas banyak makhluk yang Kami ciptakan dengan kelebihan yang sempurna.”

Dalam ayat ini, Allah Swt. menegaskan bahwa manusia dihormati dan diberikan keistimewaan dibandingkan dengan makhluk lainnya. Oleh karena itu, manusia diharapkan dapat menghargai dan memanfaatkan keistimewaan tersebut dengan sebaik-baiknya. Allah Swt. juga telah memberikan kehormatan pada manusia, yaitu dengan mengangkatnya di darat dan di laut serta memberikan rejeki yang baik.

Sebagai makhluk yang dimuliakan dan diberikan kebebasan, manusia juga mempunyai tanggung jawab sosial dan moral. Allah Swt. berfirman dalam Q.S. al-Hujurat ayat 13:

يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اِنَّا خَلَقْنٰكُمْ مِّنْ ذَكَرٍ وَّاُنْثٰى وَجَعَلْنٰكُمْ شُعُوْبًا وَّقَبَاۤىِٕلَ لِتَعَارَفُوْا ۚ اِنَّ اَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللّٰهِ اَتْقٰىكُمْ ۗاِنَّ اللّٰهَ عَلِيْمٌ خَبِيْرٌ

Wahai manusia, sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan perempuan. Kemudian, Kami menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah adalah orang yang paling bertakwa. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Teliti.

Ayat ini mengingatkan kita bahwa Allah Swt. meniciptakan manusia dalam berbagai bentuk dan warna, serta dibedakan menjadi bangsa-bangsa dan suku-suku. Tujuan dari perbedaan tersebut adalah untuk saling mengenal dan bekerja sama dalam membangun kehidupan yang lebih baik. Makanya kita tidak boleh merendahkan orang lain karena perbedaan tersebut, karena di sisi Allah Swt, orang yang paling mulia adalah orang yang paling takwa.

Ditegaskan pula dalam sebuah hadis yang bersumber dari Abu Dzar ra. bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Hamba Allah tidak akan beriman sampai dia mencintai orang lain sebagaimana dia mencintai dirinya sendiri." (H.R. Bukhari).

Hadits ini menunjukkan bahwa manusia sebagai makhluk merdeka tidak boleh meremehkan atau merugikan orang lain, karena orang lain memiliki hak yang sama dengan dirinya. Manusia harus menghargai keberadaan orang lain dan bersikap adil dalam bertindak. Namun, faktanya seringkali perbedaan tersebut menjadi sumber konflik dan perselisihan antara manusia. Sebagai contoh, konflik yang terjadi antara suku, ras, agama, dan budaya yang berbeda di berbagai daerah bahkan antar negara. Hal ini menunjukkan bahwa manusia masih memiliki keterbatasan dalam memahami makna dari hakikat kebebasan yang diberikan Allah Swt.

Allah memberikan kebebasan kepada manusia dalam berbagai hal, termasuk kebebasan berpikir, berpendapat, memilih, dan bertindak. Hal ini dapat dilihat dari ayat-ayat al-Qur'an yang menekankan pentingnya kebebasan dalam menjalankan kehidupan manusia. Ayat ke-29 dari Surat al-Kahfi berbunyi sebagai berikut:

وَقُلِ الْحَقُّ مِنْ رَّبِّكُمْۗ فَمَنْ شَاۤءَ فَلْيُؤْمِنْ وَّمَنْ شَاۤءَ فَلْيَكْفُرْۚ اِنَّآ اَعْتَدْنَا لِلظّٰلِمِيْنَ نَارًاۙ اَحَاطَ بِهِمْ سُرَادِقُهَاۗ وَاِنْ يَّسْتَغِيْثُوْا يُغَاثُوْا بِمَاۤءٍ كَالْمُهْلِ يَشْوِى الْوُجُوْهَۗ بِئْسَ الشَّرَابُۗ وَسَاۤءَتْ مُرْتَفَقًا

Katakanlah (Nabi Muhammad), “Kebenaran itu datangnya dari Tuhanmu. Maka, siapa yang menghendaki (beriman), hendaklah dia beriman dan siapa yang menghendaki (kufur), biarlah dia kufur.” Sesungguhnya Kami telah menyediakan neraka bagi orang-orang zalim yang gejolaknya mengepung mereka. Jika mereka meminta pertolongan (dengan meminta minum), mereka akan diberi air seperti (cairan) besi yang mendidih yang menghanguskan wajah. (Itulah) seburuk-buruk minuman dan tempat istirahat yang paling jelek. (Q.S. al-Kahfi:29).

Ayat ini menegaskan bahwa kebenaran datangnya dari Tuhan, dan manusia diberikan kebebasan untuk memilih antara beriman atau kafir. Bagi orang yang beriman, mereka akan mendapatkan kebaikan dan pahala dari Allah, sedangkan bagi orang yang kafir, mereka akan mendapatkan siksaan dan azab dari Allah.

Hadirin sidang jama’ah Jum’at hafidzakumullah,

Sangat jelas bahwa kebebasan yang diberikan oleh Allah juga memiliki batas dan tanggung jawab. Sebagai hamba Allah, manusia harus menggunakan kebebasannya dengan bijak dan tidak melanggar aturan yang telah ditetapkan oleh Allah. Dalam Islam, kebebasan tidak boleh digunakan untuk melakukan perbuatan yang merugikan diri sendiri atau orang lain, atau bertentangan dengan nilai-nilai dalam agama Islam.

Dalam Islam, kebebasan yang diberikan oleh Allah kepada manusia adalah sebuah karunia yang harus diapresiasi dan dimanfaatkan dengan baik, Namun, kebebasan ini juga harus diiringi dengan tanggung jawab dan akuntabilitas, serta tidak boleh melanggar aturan Allah dan nilai-nilai moral yang dijunjung tinggi dalam masyarakat.

Kebebasan yang diberikan Allah Swt, adalah kebebasan yang terbatas dan diatur oleh syariat. Oleh karena itu, sebagai manusia yang merdeka, kita harus memahami betul arti dari kebebasan yang Allah Swt berikan dan memanfaatkannya dengan sebaik-baiknya. Kita juga harus senantiasa mengembangkan kepekaan sosial dan moral, serta selalu menjunjung tinggi nilai-nilai kejujuran, keadilan, kesederhanaan, dan kemanusiaan, karena pada akhirnya, setiap tindakan yang dilakukan manusia akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah di akhirat kelak.

Nabi menegaskan dalam hadits dari Abu Hurairah ra. bahwa Rasulullah saw bersabda, "Allah Swt tidak memandang bentuk atau rupa kalian, tetapi Dia memandang keikhlasan hati kalian dan amal yang kalian lakukan." (H.R. Muslim).

Kebebasan dan hakikat manusia sebagai makhluk merdeka tidak bergantung pada bentuk atau rupa fisiknya, namun terletak pada keikhlasan hati dan amal yang dilakukan. Manusia harus berusaha untuk memperbaiki hatinya dan melakukan amal yang baik agar dapat memperoleh keberkahan dan keridhaan Allah Swt.

Hadirin sidang jama’ah Jum’at hafidzakumullah,

Di akhir khutbah ini, khatib mengajak pada kita semua untuk bersama-sama memohon kepada Allah Swt untuk senantiasa memberikan hidayah dan kekuatan dalam mengemban tanggung jawab sebagai manusia merdeka yang bertanggung jawab atas diri sendiri, lingkungan, dan sesama manusia. Semoga Allah Swt senantiasa memberikan taufik dan hidayah-Nya kepada kita semua. Amin.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِيْ الْقُرْأَنِ الْكَرِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْأَيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ، وَتَقَبَّلَ اللهُ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمِ، وَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

KHUTBAH KEDUA

إِنَّ الْحَمْدَ لِلّٰهِ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لَاۧ إِٰلهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهْ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيَّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ نَبِيِّ الرَّحْمَةْ، وَعَلَى أٰلِهِ وَصَحْبِهِ مِنْ يَوْمِنَا هَذَا إِلَى يَوْمِ النَّهْضَةْ.

أَمَّا بَعْدُ. أَيُّهَا النَّاسُ! أُوْصِيْكُمْ بتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ فَقَالَ تَعَالَى: إِنَّ اللهَ وَمَلَآئِكَتَه يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ يَآأَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى أٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ وَبَارَكْتَ عَلٰى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلٰى أٰلِ سَيِّدِنَا إِبْراهَيْمَ فِي الْعٰلَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.

اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ. اَللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالطَّاعُوْنَ وَالْاَمْرَاضَ وَالْفِتَنَ مَا لَا يَدْفَعُهُ غَيْرُكَ عَنْ بَلَدِنَا هٰذَا اِنْدُوْنِيْسِيَّا خَاصَّةً وَعَنْ سَائِرِ بِلَادِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ. اَللّٰهُمَّ أَصْلِحْ وُلَاةَ أُمُوْرِنَا، اَللّٰهُمَّ وَفِّقْهُمْ لِمَا فِيْهِ صَلَاحُهُمْ وَصَلَاحُ اْلإِسْلَامِ وَالْمُسْلِمِيْنَ، اَللّٰهُمَّ أَعِنْهُمْ عَلَى الْقِيَامِ بِمَهَامِهِمْ كَمَا أَمَرْتَهُمْ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ. اَللّٰهُمَّ أَبْعِدْ عَنْهُمْ بِطَانَةَ السُّوْءِ وَالْمُفْسِدِيْنَ وَقَرِّبْ إِلَيْهِمْ أَهْلَ الْخَيْرِ وَالنَّاصِحِيْنَ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ. اَللّٰهُمَّ أَصْلِحْ وُلَاةَ أُمُوْرِ الْمُسْلِمِيْنَ فِيْ كُلِّ مَكَانٍ. رَبَّنَا اٰتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَ فِي الْاٰخِرَةِ حَسَنَةً وَ قِنَا عَذَابَ النَّارِ. وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أٰلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ، وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.

عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيتَآءِ ذِي الْقُرْبَـى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَآءِ وَالْمُنكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ. أَقِيْمُوا الصَّلاَةَ !

 

Kolom Komentar

Support kami dengan komentar positif dan ulasan yang membangun.

* Anda Wajib login Untuk Menulis Komentar/Review.

Subscribe ELIPKSI

Jangan Lewatkan

Jangan sampai Anda terlewatkan update buku terbaru dari ELIPSKI, segera berlanganan gratis melalui email.