Konten opini dan editorial

Oleh: Halimatu Sa&r quo;diyah, S. I. Kom., M. So * &nb p; Allah tidak menciptakan kita untuk hidup dalam penderitaan mental yang berkepanjangan. Kita diciptakan untuk menjadi hamba yang dimuli

Oleh: Mahbub Fauzie, S.Ag., M.Pd* &nb p; Saat ini kita berada di ua ana bulan Rabiul Awal 1447 H, ebuah bulan yang arat makna dan penuh berkah. Bulan Maulid Nabi, momentum i timewa bagi umat

Oleh: Elvi Anita Afandi* &nb p; Bang a Indone ia aat ini berada dalam itua i penuh ujian. Dinamika o ial, politik, dan ekonomi menguji ke abaran ma yarakat, ementara kere ahan kerap muncul

Oleh: Syafaat*&nb p; &nb p; Indone ia adalah rumah be ar yang mungkin tidak empurna, atapnya kadang bocor, dindingnya bi a retak, lantainya kadang dingin. Namun tetaplah rumah, tempat luka dan

Oleh: M. Fuad Na ar* &nb p; Hari ini empat puluh tahun yang lalu, 19 Agu tu 1985, gedung Kementerian Agama (dahulu Departemen Agama) di Jalan Lapangan Banteng Barat 3 &nda h; 4 Jakarta Pu at

Oleh: Dr. H. Jamaluddin M. Marki, Lc. M.Si* Kementerian Agama akan menggelar Penerangan Agama Islam (Penais) Award (dahulu PAI Award) pada akhir Agustus…

Oleh: A ep Mulyana* &nb p; Nabi Muhammad SAW pernah mengingatkan para ahabatnya epulang dari medan perang, bahwa jihad terbe ar bukan melawan mu uh di luar, melainkan melawan hawa naf u diri

Oleh: Abu Rokhmad* Selama empat hari (22-26 Juli 2025), aya menghadiri Muzakarah Falak Peringkat MABIMS 2025 yang di elenggarakan di Seremban Negeri Sembilan Malay ia. Dalam forum te

Oleh: Dedi Slamet Riyadi* &nb p; Ada atu ayat Al-Qur&r quo;an yang kerap dikutip oleh Menteri Agama RI, Prof. Na aruddin Umar, dalam berbagai ke empatan ambutan dan ceramahnya. Ayat itu bertut

Oleh: Dedi Slamet Riyadi* Acara pembukaan “Internasional Conference on Islamic Ecotheology for The Future of The Earth (ICIEFE) 2025” (Senin, 14/7)…

Oleh: M. Fuad Na ar* Kawan aya Iwan Mariono, eorang dokter dan penggiat litera i membuat ula an menarik tentang buku Kopera i Lawan Tanding Kapitali me karya Suroto. “Sebelum membaca j

Oleh: Syahrudin* Di tengah gempuran era digital yang menggeru nilai-nilai o ial dan keagamaan, peran penyuluh agama eharu nya emakin vital. Namun, ada ironi yang patut di e alkan: ma y