Konten opini dan editorial

&nb p; &nb p; Oleh: Syafaat* &nb p; &nb p; Ada yang tampak khu yuk, tetapi ebenarnya edang menyiapkan ma a depan yang epi. Ke unyian itu ering ditemukan di ma jid-ma jid yang terlalu

Oleh: Jaja Zarka yi* Tahun ini, Ramadan aya lalui dengan berkunjung ke Ibu Kota Nu antara (IKN). Ra anya berbeda. Ramadan hadir di ebuah ruang yang juga edang mencari bentuknya. IKN belum el

Takdir tidak pernah tunduk pada kalender yang kita rapikan dengan hitungan pre i i. Waktu tidak bergerak di luar ketentuan hanya karena tarawih telah di iapkan dan panduk Ramadan telah digantung.

Pembangunan bang a tidak pernah berdiri di ruang hampa. Ia bertumpu pada kualita keluarga ebagai unit o ial paling da ar yang membentuk karakter, etika, dan daya tahan ma yarakat. Ketika keluarga k

Oleh: Ahmad Zayadi* Keragaman beban dan tantangan layanan Kantor Urusan Agama (KUA) di Indonesia merupakan realitas yang tidak dapat diabaikan. Ada KUA yang…

Oleh: M. Fuad Na ar Bertepatan dengan momen menyambut 80 tahun Kementerian Agama pada awal tahun depan, ebuah kegiatan yang penuh makna digelar tanggal 19 – 21 November 2

Oleh: Abu Rokhmad* Media sosial Ditjen Bimas Islam Kemenag RI secara rutin memposting ajakan kepada publik untuk menikah yang telah memenuhi…

Oleh: Nurul Badruttamam* Pe antren bukan ekadar lembaga pendidikan, melainkan pu at peradaban. Menjelang Hari Santri Na ional yang

Oleh: Halimatu Sa&r quo;diyah, S. I. Kom., M. So * &nb p; Allah tidak menciptakan kita untuk hidup dalam penderitaan mental yang berkepanjangan. Kita diciptakan untuk menjadi hamba yang dimuli

Oleh: Mahbub Fauzie, S.Ag., M.Pd* &nb p; Saat ini kita berada di ua ana bulan Rabiul Awal 1447 H, ebuah bulan yang arat makna dan penuh berkah. Bulan Maulid Nabi, momentum i timewa bagi umat

Oleh: A ep Mulyana* &nb p; Nabi Muhammad SAW pernah mengingatkan para ahabatnya epulang dari medan perang, bahwa jihad terbe ar bukan melawan mu uh di luar, melainkan melawan hawa naf u diri

Oleh: Dedi Slamet Riyadi* &nb p; Ada atu ayat Al-Qur&r quo;an yang kerap dikutip oleh Menteri Agama RI, Prof. Na aruddin Umar, dalam berbagai ke empatan ambutan dan ceramahnya. Ayat itu bertut