Konten opini dan editorial

Oleh: A ep Mulyana* &nb p; Nabi Muhammad SAW pernah mengingatkan para ahabatnya epulang dari medan perang, bahwa jihad terbe ar bukan melawan mu uh di luar, melainkan melawan hawa naf u diri

Oleh Ahmad Fauzi* Ada atu pertanyaan penting yang belakangan makin relevan: eberapa paham kita terhadap paham keagamaan yang berkembang di ekitar kita? Di tengah geliat keberagamaan ma yar

Oleh: Ahmad Fauzi* Apa makna layanan prima bagi ma yarakat hari ini? Di tengah meningkatnya ek pekta i publik terhadap kualita layanan pemerintah, kata pelayanan prima

Oleh: Abu Rokhmad* Selama empat hari (22-26 Juli 2025), aya menghadiri Muzakarah Falak Peringkat MABIMS 2025 yang di elenggarakan di Seremban Negeri Sembilan Malay ia. Dalam forum te

Oleh: Dedi Slamet Riyadi* &nb p; Ada atu ayat Al-Qur&r quo;an yang kerap dikutip oleh Menteri Agama RI, Prof. Na aruddin Umar, dalam berbagai ke empatan ambutan dan ceramahnya. Ayat itu bertut

Oleh: Ahmad Fauzi* Di banyak tempat, agama ma ih menjadi penanda identita yang kuat. Ia mengin pira i ketundukan, memberi makna hidup, dan menjadi rujukan moral ma yarakat. Namun ironi ny

Oleh: Abu Rokhmad* Duka bagi umat beragama kembali terjadi. Warga keberatan dengan aktivita retret dan ibadah di rumah milik Maria Veronica Nina (70) di Sukabumi. Sebenarnya, warga telah men

Oleh: Dedi Slamet Riyadi* Acara pembukaan “Internasional Conference on Islamic Ecotheology for The Future of The Earth (ICIEFE) 2025” (Senin, 14/7)…

Oleh: M. Fuad Na ar* Kawan aya Iwan Mariono, eorang dokter dan penggiat litera i membuat ula an menarik tentang buku Kopera i Lawan Tanding Kapitali me karya Suroto. “Sebelum membaca j

Oleh: Abu Rokhmad* Penyuluh agama Islam (selanjutnya disebut penyuluh) merupakan profesi yang sudah lama dikenal oleh masyarakat. Bersama dengan…

Oleh: Ahmad Zayadi* Indone ia dianugerahi keragaman yang luar bia a. Kita lahir dan hidup dalam ma yarakat yang memeluk berbagai agama, tradi i, baha a, erta adat i tiadat. Semua itu menjad

Ahmad Fauzi* Di balik gemerlap pembangunan ma jid yang megah di penjuru negeri, ada atu kenyataan unyi yang perlu kita renungkan ber ama: ma ih banyak ma jid yang belum epenuhnya ramah