Bimas IslamDitjen Bimbingan Masyarakat Islam · Kemenag RI

Ustaz Maulana Ajak Umat Islam Perbanyak Ibadah dan Berbagi di Bulan Muharam

Jakarta, Bimas Islam — Ustaz Muhammad Nur Maulana mengajak umat Islam memanfaatkan bulan Muharam dengan memperbanyak ibadah dan amal saleh, mulai dari puasa Asyura, sedekah, berbagi kepada sesama, hingga memperbanyak zikir dan doa. Ajakan tersebut disampaikannya saat peringatan 1 Muharam 1448 Hijriah dalam rangkaian kegiatan Peaceful Muharam, Senin (15/6/2026), di Masjid Istiqlal, Jakarta.

Dalam tausiahnya, Ustaz Maulana menjelaskan bahwa Muharam merupakan salah satu bulan mulia yang dapat menjadi momentum memperkuat keimanan sekaligus meningkatkan kepedulian sosial. Ia mendorong masyarakat tidak hanya merayakan pergantian tahun Hijriah secara seremonial, tetapi juga mengisinya dengan berbagai amalan yang mendatangkan keberkahan.

Puasa Muharam dan Asyura

Ustaz Maulana menempatkan puasa sebagai amalan utama yang dianjurkan pada bulan Muharam. Menurutnya, umat Islam dapat menyesuaikan pelaksanaan puasa sesuai kemampuan masing-masing, mulai dari puasa selama sepuluh hari pertama Muharam hingga puasa pada Hari Asyura.

“Tolong, satu sampai sepuluh Muharam, kalau bisa puasa 10 hari. Kalau tidak sanggup puasa 10 hari, tiga hari saja: satu Muharam, sembilan Muharam, dan sepuluh Muharam. Kalau tidak sanggup tiga hari, puasa dua hari saja, yaitu 9 dan 10 Muharam. Kalau cuma sanggup satu hari, maka puasakanlah 10 Muharam, amin,” ujar Ustaz Maulana.

Ia menjelaskan bahwa Rasulullah saw. berpuasa pada 10 Muharam atau Hari Asyura dan berniat menambahkan puasa pada 9 Muharam pada tahun berikutnya. Karena itu, umat Islam dianjurkan melaksanakan puasa Tasu'a pada 9 Muharam dan puasa Asyura pada 10 Muharam.

Dalam kesempatan tersebut, Ustaz Maulana juga mengingatkan sejumlah peristiwa penting yang dikaitkan dengan Hari Asyura, seperti selamatnya Nabi Musa as. dari kejaran Fir'aun, keluarnya Nabi Yunus as. dari perut ikan, hingga keselamatan Nabi Ibrahim as. dari api Namrud.

“Nabi Nuh sandar perahunya di 10 Muharam. Nabi Ibrahim terlepas dari api Namrud 10 Muharam. Nabi Musa lepas dari kejaran Fir'aun, laut terbelah 10 Muharam. Nabi Yunus keluar dari perut ikan 10 Muharam. Nabi Ayyub sembuh dari penyakitnya 10 Muharam,” katanya.

Sedekah dan Berbagi

Selain puasa, Ustaz Maulana mengajak jamaah memperbanyak sedekah dan berbagi kepada sesama. Menurutnya, Muharam merupakan momentum yang tepat untuk memperkuat kepedulian sosial dan menumbuhkan semangat berbagi kepada masyarakat yang membutuhkan.

Ia menyampaikan bahwa berbagi tidak harus dilakukan dalam jumlah besar. Hal terpenting adalah menghadirkan manfaat dan kebahagiaan bagi orang lain.

Memuliakan Keluarga

Dalam tausiahnya, Ustaz Maulana juga mengajak umat Islam memberikan perhatian lebih kepada keluarga pada Hari Asyura. Salah satunya dengan menghadirkan kebutuhan yang bermanfaat bagi rumah tangga sesuai kemampuan masing-masing.

“Jam 7 sampai jam 10 tanggal 10 Muharam, pergi belanja apa saja. Sedekah untuk rumah. Beli sapu, beli panci, beli apa saja, pokoknya ada benda yang masuk ke rumah kita,” katanya.

Menurutnya, perhatian kepada keluarga merupakan bagian dari ikhtiar menghadirkan keberkahan dan kebahagiaan di dalam rumah tangga.

Memasak dan Membagikan Bubur Asyura

Amalan lain yang disampaikan Ustaz Maulana adalah memasak makanan dan membagikannya kepada masyarakat sekitar. Ia secara khusus menyinggung tradisi membuat bubur Asyura yang telah dikenal luas di tengah masyarakat.

“Paling bagus yang dimasak bubur Asyura. Bubur itu semua orang bisa makan. Orang yang tidak punya gigi makan bubur, yang punya gigi makan bubur, anak bayi makan bubur,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa tradisi tersebut menjadi simbol kebersamaan dan kepedulian sosial. Dengan membagikan makanan kepada tetangga dan masyarakat sekitar, umat Islam dapat mempererat hubungan sosial sekaligus menumbuhkan semangat berbagi.

Zikir dan Doa Asyura

Ustaz Maulana juga mengajak jamaah menghidupkan Hari Asyura dengan memperbanyak zikir dan doa. Menurutnya, waktu setelah salat Asar dapat dimanfaatkan untuk bermunajat dan memohon keberkahan kepada Allah Swt.

“Bada Asar duduk, puncaknya kita membaca doa Asyura sesudah Asar di 10 Muharam. Sebelum membaca doa Asyura, baca Hasbunallah wa ni'mal wakil 70 kali, kemudian La ilaha illa anta subhanaka inni kuntu minaz zalimin 70 kali, lalu bacalah doa Asyura,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa doa dan zikir menjadi sarana introspeksi diri sekaligus momentum memohon kemudahan dan keberkahan dalam menjalani kehidupan pada tahun yang baru.

Menjaga Kebersihan dan Merawat Diri

Selain memperbanyak ibadah, Ustaz Maulana juga mengajak umat Islam menjaga kebersihan dan merawat diri pada bulan Muharam.

“Yang paling besar ya puasa. Orang yang tidak berpuasa, puasalah. Dan pagi-pagi mandi, sedekah, rawat tubuh, medikur, pedikur, cukur,” ujarnya.

Menurutnya, kebersihan lahir dan batin perlu berjalan beriringan sehingga Muharam menjadi momentum memperbaiki kualitas diri secara menyeluruh.

Menutup tausiahnya, Ustaz Maulana mengajak umat Islam menjadikan bulan Muharam sebagai kesempatan memperkuat keimanan, memperbanyak amal saleh, serta menebar manfaat bagi sesama.

“Isi hidup kita dengan ibadah sehingga insya Allah bermanfaat hidup kita. Mudah-mudahan kita diberikan keberkahan,” pungkasnya.
Tagar Terkait:
#InfoMasjid#KUA#BimasIslam#KemenagRI

Kontributor & Unit Kerja

Klik kontributor atau unit kerja untuk melihat seluruh berita terkait.

Reporter
Inisial MSK · Tim Peliput
Peliputan & Penulisan NaskahLihat liputan reporter
Editor
Inisial MR · Redaksi Pelaksana
Penyunting Naskah & KurasiLihat artikel editor
Fotografer
Dokumentasi Humas Bimas Islam
Dokumentasi Visual & FotoLihat arsip foto
Unit Kerja
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
SetditjenLihat berita unit kerja
Dipublikasikan secara resmi oleh Kementerian Agama Republik Indonesia.

Baca Selanjutnya

Lihat semua
Gelar The Wonder of Harmony, Kemenag: Upaya Perbanyak Ruang Perjumpaan
Berita · 26 Okt 2026

Gelar The Wonder of Harmony, Kemenag: Upaya Perbanyak Ruang Perjumpaan

Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat (Ditjen Bimas) Islam tahun ini kembali menggelar The Wonder Harmony.  Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik (HKP) Kementerian Agama Thobib Al-Asyhar mengatakan bahwa giat ini sebagai upaya memperbanyak ruang perjumpaan antarumat beragama.