Bimas IslamDitjen Bimbingan Masyarakat Islam · Kemenag RI

Tekankan Kerukunan, Menag Ajak Masyarakat Ambon Tumbuhkan Tiga Sikap Toleransi

 
Ambon, bimasislam— Untuk menghindari sering terjadinya ketersinggungan dalam intern dan antar umat beragama, Menteri Agama, yang diwakili sekretaris Ditjen Bimbingan Masyarakat Islam, Muhammadiyah Amin, menyatakan bahwa masyarakat perlu meningkatkan sikap tolong-menolong, saling menghormati, tidak saling curiga, menghargai hak-hak sebagai manusia, anggota masyarakat, serta memperhatikan aspek-aspek toleransi sebagai pilar kehidupan umat yang majemuk. Demikian dikatakannya di hadapan masyarakat Maluku, tokoh agama dan pemerintahan di pelataran masjid Al-Fatah Ambon dalam rangka peringatan Maulid Nabi Muhammad saw (31/12).
 
Lebih lanjut Amin menegaskan, setidaknya ada tiga sikap toleransi yang perlu ditumbuhkembangkan, yaitu: secara bersama menciptakan kedamaian di antara umat yang berbeda dalam suatu masyarakat yang memiliki kemajemukan. Terlabih lagi  jika ada penduduk yang mayoritas dan minoritas, sehingga sikap yang paling tepat adalah mayoritas menghargai yang minoritas; dan minoritas menghormati yang mayoritas. Tidak boleh ada hegemoni mayoritas dan tirani minoritas. 
 
“Dalam kehidupan yang majemuk dan tersusun masyarakat mayoritas dan minoritas sudah seharusnya memegangi pakem bahwa yang mayoritas menyanyangi yang minoritas dan yang menoritas menghormati yang lebih banyak, meski inti dari semuanya adalah saling menghargai keberadaan masing-masing”, tandasnya.
 
Selain itu, imbuh Amin, masing-masing bersikap dan bertindak egaliter, yaitu memiliki kedudukan dan derajat yang sama. Kita hanya berbeda dari segi agama dan keyakinan, tetapi masing-masing bisa menangis, sedih, tersinggung, dan marah sebagai sebuah fakta yang harus dipahami. Yang ketiga, satu lagi aspek toleransi yang perlu mendapat underline adalah tidak mudah terprovokasi. 
 
“Banyak terjadinya konflik intern dan antar umat beragama disebabkan oleh ulah satu atau beberapa oknum saja, lalu mengundang aksi dari orang-orang yang sepaham atau sekeyakinan dengannya. Sehingga, kebijaksanaan (wisdom) dari para pemimpin ormas, para pemimpin dan tokoh agama mutlak diperlukan dalam mengontrol umatnya masing-masing”, harapnya.
 
Hadir dalam kesempatan tersebut gubernur Maluku, Said As-Sagaf, ketua dan Anggota DPRD Provinsi Maluku, Pangdam XVI Pattimura, Mayjen Doni Munardo, Kapolda Maluku, Brigjen (Pol) Ilham Salahuddi, seluruh Pimpinan SKPD dalam Lingkup Pemerintah Provinsi Maluku, Kakanwil Kementerian Agama Provinsi Maluku, Fesal Musaad, Penjabat Walikota Ambon, penceramah pada kegiatan tersebut, Dr. K.H. Azamie Samiun Jazuli, MA, Imam Besar Masjid Raya Al-Fatah Ambon, para Alim Ulama, Habaib, tokoh agama, dan tokoh masyarakat, dan masyarakat Maluku.
 
(thobib/bimasislam)
Tagar Terkait:
#Toleransi#KerukunanUmat#InfoMasjid#BimasIslam#KemenagRI

Kontributor & Unit Kerja

Klik kontributor atau unit kerja untuk melihat seluruh berita terkait.

Reporter
Bimas Islam
Peliputan & Penulisan NaskahLihat liputan reporter
Editor
Redaksi Ditjen Bimas Islam
Penyunting Naskah & KurasiLihat artikel editor
Fotografer
Dokumentasi Humas Bimas Islam
Dokumentasi Visual & FotoLihat arsip foto
Unit Kerja
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
SetditjenLihat berita unit kerja
Dipublikasikan secara resmi oleh Kementerian Agama Republik Indonesia.

Baca Selanjutnya

Lihat semua
Gelar The Wonder of Harmony, Kemenag: Upaya Perbanyak Ruang Perjumpaan
Berita · 26 Okt 2026

Gelar The Wonder of Harmony, Kemenag: Upaya Perbanyak Ruang Perjumpaan

Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat (Ditjen Bimas) Islam tahun ini kembali menggelar The Wonder Harmony.  Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik (HKP) Kementerian Agama Thobib Al-Asyhar mengatakan bahwa giat ini sebagai upaya memperbanyak ruang perjumpaan antarumat beragama.