Bimas IslamDitjen Bimbingan Masyarakat Islam · Kemenag RI

Tekan Angka Cerai, Kemenag Siapkan 100 Fasilitator Konsultasi Keluarga

Jakarta, Bimas Islam — Kementerian Agama (Kemenag) menyiapkan 100 fasilitator layanan konsultasi dan pendampingan keluarga untuk menekan angka perceraian. Para fasilitator merupakan penghulu dan Penyuluh Agama Islam dari seluruh Indonesia yang mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) di Jakarta, Selasa (3/3/2026).

Direktur Bina KUA dan Keluarga Sakinah, Ahmad Zayadi, mengatakan, pelatihan ini dirancang untuk memperkuat layanan konsultasi keluarga berbasis kebutuhan masyarakat.

“Para fasilitator ini nantinya hadir memberikan layanan konsultasi bagi keluarga-keluarga di Indonesia. Fokusnya adalah penguatan SDM serta peningkatan kualitas layanan agar masalah keluarga dapat ditangani sejak dini,” ujarnya.

Menurutnya, penghulu dan penyuluh yang telah mengikuti pelatihan akan menjadi garda terdepan dalam mediasi dan pendampingan keluarga. Mereka diharapkan mampu mengidentifikasi persoalan sejak awal dan menghadirkan solusi sebelum konflik berujung pada perceraian.

“Ketika muncul konflik keluarga, para fasilitator diharapkan mampu hadir sebagai mediator. Jangan sampai persoalan kecil berujung pada perceraian karena tidak ada ruang konsultasi dan pendampingan,” tambahnya.

Zayadi menyebut, keikutsertaan penghulu, penyuluh agama, dan sejumlah mitra strategis dalam kegiatan ini merupakan bagian dari penguatan peran strategis layanan keagamaan. Menurut dia, kolaborasi dengan berbagai organisasi keagamaan juga menjadi kunci dalam membangun ketahanan keluarga.

“Ada peran strategis yang akan dimainkan oleh para aktor layanan keagamaan, para penyuluh, penghulu, serta mitra strategis dari berbagai organisasi keagamaan. Ini adalah aliansi besar dalam penguatan keluarga,” jelasnya.

Pelaksanaan Bimtek pada bulan Ramadan, lanjutnya, menjadi momentum memperkuat nilai spiritual dalam pelayanan. Ia menyebut Ramadan sebagai ruang pembinaan pengendalian diri yang berdampak pada kualitas hubungan dalam keluarga.

“Ramadan mengajarkan pengendalian diri, memperkuat iman, dan membina akhlak. Ini menjadi fondasi moral penting bagi ketahanan keluarga,” katanya.

Melalui pelatihan ini, Kemenag berharap lahir fasilitator yang profesional, peka secara sosial, dan mampu memperkuat ketahanan keluarga. Zayadi mengatakan, keluarga yang kokoh akan memberi dampak sosial yang luas.

“Jika keluarga baik, maka pengaruhnya akan terasa secara sosial. Keluarga menjadi keluarga maslahat, memberi teladan, dan menghadirkan kebaikan di lingkungan sekitarnya. Inilah yang kita pahami sebagai keluarga sakinah maslahat,” pungkas Zayadi.
Tagar Terkait:
#KUA#Ramadan#PenyuluhAgama#BimasIslam#KemenagRI

Kontributor & Unit Kerja

Klik kontributor atau unit kerja untuk melihat seluruh berita terkait.

Reporter
Inisial MSK · Tim Peliput
Peliputan & Penulisan NaskahLihat liputan reporter
Editor
Inisial MR · Redaksi Pelaksana
Penyunting Naskah & KurasiLihat artikel editor
Fotografer
Dokumentasi Humas Bimas Islam
Dokumentasi Visual & FotoLihat arsip foto
Unit Kerja
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
SetditjenLihat berita unit kerja
Dipublikasikan secara resmi oleh Kementerian Agama Republik Indonesia.

Baca Selanjutnya

Lihat semua
Gelar The Wonder of Harmony, Kemenag: Upaya Perbanyak Ruang Perjumpaan
Berita · 26 Okt 2026

Gelar The Wonder of Harmony, Kemenag: Upaya Perbanyak Ruang Perjumpaan

Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat (Ditjen Bimas) Islam tahun ini kembali menggelar The Wonder Harmony.  Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik (HKP) Kementerian Agama Thobib Al-Asyhar mengatakan bahwa giat ini sebagai upaya memperbanyak ruang perjumpaan antarumat beragama.