Bimas IslamDitjen Bimbingan Masyarakat Islam · Kemenag RI

Susun Kosa Isyarat Keislaman, Menag Harap Lahir Tokoh Hebat dari Sahabat Tuli

Jakarta, Bimas Islam -- Tahun baru 1 Muharam 1448 H menandai dimulai penyusunan kosa isyarat keislaman Indonesia (Kosmin) oleh Kementerian Agama. Menag Nasaruddin Umar berharap Kosmin semakin memudahkan akses Sahabat Tuli terhadap pengetahuan keislam sehingg abisa lahir tokoh hebat di masa mendatang.

Pesan ini disampaikan Menag saat membuka Kick-Off Penyusunan Kosa Isyarat Keislaman Indonesia (KOSMIN) di Masjid Istiqlal, Jakarta. Hadir, Dirjen Bimas Islam Abu Rokhmad bersama jajaran eselon II, Kepala BMBPSDM Muhammad Ali Ramdhani, dan Kepala Kanwil Kemenag DKI Jakarta Adib.

Di hadapan ratusan Sahabat Tuli, Menag berpesan bahwa keterbatasan fisik sama sekali bukanlah sebuah dosa, hambatan, ataupun tanda kekurangan seorang hamba di mata Allah SWT.  Ketataan batin dan kesucian rohani jauh lebih monumental serta bernilai tinggi di hadapan Sang Pencipta ketimbang sekadar kesempurnaan rasio fisik manusia.

Menag minta seluruh penyandang disabilitas untuk tetap percaya diri dan selalu optimis dalam menatap masa depan. ​"Jangan khawatir bagi anak-anakku semua yang secara fisik tidak sempurna. Tidak ada dosa dan tidak ada masalah bagi orang yang benar-benar bertakwa. Siapapun yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya, pasti akan mendapatkan surga yang dijanjikan Allah SWT. Anggaplah kekurangan fisik itu sebagai kekhususan dan tanda cinta Allah kepada kita, lalu syukuri karena di balik itu tersimpan hikmah yang sangat luar biasa," ujar Menag di Jakarta, Rabu (10/6/2026).

Penyusunan Kosa Isyarat Keagamaan semakin menegaskan komitmen Kementerian Agama untuk terus mengupayakan dukungan aksesibilitas serta fasilitas keagamaan yang inklusif agar teman-teman disabilitas dapat menjalankan ibadah dengan aman, nyaman, dan bermartabat. Sebelum itu, Kementerian Agama telah menuntaskan penyusunan Master Al-Qur'an Isyarat, lengkap beserta komponen tafsirnya.

Menag lalu merefleksikan catatan sejarah mengenai tokoh-tokoh besar dunia yang berhasil melahirkan karya monumental di tengah keterbatasan fisik. Salah satunya adalah sahabat Rasulullah SAW yang bernama Abdullah bin Ummi Maktum, seorang tuna netra yang memiliki suara emas. Rasulullah bahkan berulang kali memercayakan kepemimpinan kota Madinah serta tugas sebagai imam pengganti kepada Ibnu Ummi Maktum saat sedang bepergian ke luar kota. Selain itu, Menag juga mencontohkan tokoh dunia seperti mantan Presiden AS Franklin Roosevelt, penulis Helen Keller, hingga musisi legendaris Stevie Wonder.

Menag juga memaparkan aksi nyata dalam mengubah wajah Masjid Istiqlal menjadi tempat ibadah yang sepenuhnya ramah dan inklusif bagi kelompok difabel. ​"Di Masjid Istiqlal ini, kami memulai penataan sejak pintu pagar. Ada petunjuk tegel pemandu (guiding block) yang menuntun saudara tuna netra dari pintu masuk, menuju tempat wudu, hingga masuk ke ruang utama. Kami juga menyediakan 40 unit kursi roda steril khusus Istiqlal di lift untuk menggantikan kursi roda dari luar guna mengantisipasi najis. Bahkan, khutbah Jumat di sini sudah konsisten menggunakan bahasa isyarat," jelas Menag.

Menag juga mengumumkan rencana terdekat Istiqlal untuk membangun satu unit lift khusus disabilitas baru di sektor selatan guna memperpendek jarak akses jemaah difabel, di samping area parkir khusus yang dijaga oleh petugas pelayanan difabel secara melekat. Masjid Istiqlal juga dilengkapi dengan klinik 24 jam gratis, tempat ramah anak, hingga fasilitas penginapan gratis bagi masyarakat luar kota yang sedang mengurus administrasi kemanusiaan.

Terakhir, ​Menag berharap momentum 1 Muharram 1448 Hijriah ini menjadi titik balik bagi seluruh direktorat dan satuan kerja di bawah Kementerian Agama untuk melahirkan kebijakan yang afirmatif. Negara harus hadir memberikan pelayanan terbaik dan inklusif bagi seluruh warga negara tanpa membeda-bedakan latar belakang fisiknya.

(Kemenag.go.id)
Tagar Terkait:
#InfoMasjid#Khotbah#BimasIslam#KemenagRI

Kontributor & Unit Kerja

Klik kontributor atau unit kerja untuk melihat seluruh berita terkait.

Reporter
Bimas Islam
Peliputan & Penulisan NaskahLihat liputan reporter
Editor
Redaksi Ditjen Bimas Islam
Penyunting Naskah & KurasiLihat artikel editor
Fotografer
Dokumentasi Humas Bimas Islam
Dokumentasi Visual & FotoLihat arsip foto
Unit Kerja
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
SetditjenLihat berita unit kerja
Dipublikasikan secara resmi oleh Kementerian Agama Republik Indonesia.

Baca Selanjutnya

Lihat semua
Gelar The Wonder of Harmony, Kemenag: Upaya Perbanyak Ruang Perjumpaan
Berita · 26 Okt 2026

Gelar The Wonder of Harmony, Kemenag: Upaya Perbanyak Ruang Perjumpaan

Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat (Ditjen Bimas) Islam tahun ini kembali menggelar The Wonder Harmony.  Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik (HKP) Kementerian Agama Thobib Al-Asyhar mengatakan bahwa giat ini sebagai upaya memperbanyak ruang perjumpaan antarumat beragama.