Bimas IslamDitjen Bimbingan Masyarakat Islam · Kemenag RI

Nikah Fest 2026 Dongkrak Omzet Pedagang hingga Jutaan Rupiah

Jakarta, Bimas Islam — Nikah Fest 2026 tidak hanya menjadi ajang edukasi dan promosi layanan pernikahan, tetapi juga membawa berkah bagi pelaku usaha mikro. Ratusan pengunjung yang memadati lokasi acara membuat sejumlah pedagang mengalami peningkatan penjualan selama penyelenggaraan kegiatan.

Salah satu yang merasakan dampak tersebut adalah Hartati (46), pedagang minuman yang meraup omzet jutaan rupiah selama dua hari penyelenggaraan Nikah Fest 2026.

Hartati mengatakan, minuman yang dijualnya, seperti kopi, es teh manis, dan air mineral, laris dibeli pengunjung. “Saya memang jualan hanya kalau ada acara. Kemarin, di hari pertama, lumayan ramai. Kopi, es teh manis, dan air mineral juga lumayan banyak yang terjual,” ujar Hartati saat ditemui di sela kegiatan Nikah Fest 2026 di Jakarta, Minggu (28/6/2026).

Ia mengungkapkan, omzet penjualannya pada hari pertama mencapai sekitar Rp1,2 juta sebelum dipotong biaya operasional. Sementara itu, hingga wawancara dilakukan pada hari kedua, omzet yang diperoleh telah mencapai sekitar Rp1,1 juta dan masih berpotensi bertambah seiring terus berdatangannya pengunjung.

Menurut Hartati, penyelenggaraan Nikah Fest memberikan manfaat langsung bagi pedagang kecil karena mampu meningkatkan pendapatan. “Terima kasih banyak dengan adanya Nikah Fest. Acara ini sangat membantu saya karena dagangan saya jadi laris,” katanya.

Manfaat serupa juga dirasakan Diki Prayoga (24), pedagang Siomay dan Batagor yang berjualan di area Nikah Fest. Ia mengaku tingkat keramaian pengunjung cukup membantu penjualannya, terutama pada hari pertama pelaksanaan acara.

“Agak ramai sih. Pendapatan per hari memang tidak menentu, tapi rata-rata sekitar Rp600 ribuan. Kemarin pas hari pertama lebih ramai, jadi sangat membantu kami sebagai pedagang,” ujar Diki.

Meski pada hari kedua pengunjung sempat berkurang karena sebagian besar peserta mengikuti rangkaian kegiatan di dalam arena, Diki berharap antusiasme masyarakat tetap tinggi hingga acara berakhir. “Semoga dagangan habis dan acara seperti ini terus ada karena membantu pedagang kecil,” ucapnya.

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Abu Rokhmad, mengatakan setiap program Kementerian Agama harus memberikan manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Sesuai arahan Menteri Agama Nasaruddin Umar, setiap kegiatan Kementerian Agama harus berdampak. Bukan hanya sukses dalam penyelenggaraan, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, termasuk menggerakkan ekonomi pelaku UMKM yang terlibat,” ujar Abu Rokhmad.

Ia menambahkan, keterlibatan pelaku UMKM dalam Nikah Fest merupakan bagian dari upaya membangun ekosistem pernikahan yang tidak hanya menghadirkan layanan dan edukasi, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat. Meningkatnya omzet pedagang, lanjutnya, menjadi salah satu bukti bahwa kegiatan tersebut memberikan manfaat yang lebih luas bagi umat.
Tagar Terkait:
#InfoNikah#BimasIslam#KemenagRI

Kontributor & Unit Kerja

Klik kontributor atau unit kerja untuk melihat seluruh berita terkait.

Reporter
Inisial MSK · Tim Peliput
Peliputan & Penulisan NaskahLihat liputan reporter
Editor
Inisial MR · Redaksi Pelaksana
Penyunting Naskah & KurasiLihat artikel editor
Fotografer
Dokumentasi Humas Bimas Islam
Dokumentasi Visual & FotoLihat arsip foto
Unit Kerja
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
SetditjenLihat berita unit kerja
Dipublikasikan secara resmi oleh Kementerian Agama Republik Indonesia.

Baca Selanjutnya

Lihat semua
Gelar The Wonder of Harmony, Kemenag: Upaya Perbanyak Ruang Perjumpaan
Berita · 26 Okt 2026

Gelar The Wonder of Harmony, Kemenag: Upaya Perbanyak Ruang Perjumpaan

Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat (Ditjen Bimas) Islam tahun ini kembali menggelar The Wonder Harmony.  Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik (HKP) Kementerian Agama Thobib Al-Asyhar mengatakan bahwa giat ini sebagai upaya memperbanyak ruang perjumpaan antarumat beragama.