Bimas IslamDitjen Bimbingan Masyarakat Islam · Kemenag RI

Muzakarah dan Takwim Islam Tingkat MABIMS Bertekad Selaraskan Penetapan Kalender Hijriyyah

Jakarta, bimasislam— Dalam rangka menyelaraskan penanggalan Hijriyyah di wilayah ASEAN, Kementerian Agama, cq. Direktorat Urais dan Binsyar menyelenggarakan Muzakarah dan Takwim Islam Negara Anggota MABIMS. Kegiatan diadakan pada Kamis, 21 Mei2014di Platinum Room, Hotel Golden Boutique Hotel Angkasa, Jakarta (22/5). Kegiatan tersebut diikuti oleh Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS)dengan mengangkat tema“Membangun Kebersamaan Penetapan Awal Ramadan, Syawal dan Dzulhijjah Negara MABIMS”.
 
Dalam sambutannya, Dirjen Bimas Islam, Prof. Dr. H. Abdul Djamil, MA, bahwa tujuan diadakannya kegiatan ini adalah untuk menjalin kerjasama regional di bidang keagamaan, sekaligus sebagai penguatan koordinasi dalam menyikapi isu tentang penyatuan kalender hijriyyah. Selain itu juga untuk mensosialisasikan kebijakan pemerintah demi tercapainaya hasil kesepakatan di wilayah anggota MABIMS. Djamil berharap seluruh peserta pertemuan ini dapat memberikan kontribusi riil, sehingga dapat menghasilkan kesepakatan yang bermanfaat untuk kepentingan umat Islam.
 
Pada kesempatan yang sama, perwakilan MABIMS, Dr. H. Firdaus Yahya, sangat mengapresiasi dan menyampaikan terima kasih kepada pihak Indonesia yang telah mengadakan pertemuan ini. Firdaus menandaskan, “kita ini mempunyai penduduk Islam yang banyak. Kita diikat oleh satu bahasa dalam satu agama, bermadzhab syafi’i. Atas dasar ini, maka kita harus terus berupaya agar terus bersama, sebagaimana firman Allah: inna hadzihi ummatukum ummatan wahidah. Yang perlu kita cari adalah penyatuan ummah, dan ini sebagai bentuk upayanya adalah pertemuan tingkat MABIMS”, tandasnya.  
 
Dalam pantauan bimasislam, panitia memberikan kesempatan kepada delegasi untuk menyampaikan gagasan. Delegasi dari  Singapura mengatakan, “ketika menyambut Idul Fitri, kami semua makan lontong, tapi moyang kita tidak mau makan, katanya masih puasa. Mereka tidak ikut Singapura tetapi ikut Negara lain. Padahal puasa pada hari hari raya adalah haram. Akibat ini, sering terjadi konflik dalam keluarga. Sekarang Alhamdulillah, dengan MABIMS yang mengikut kaidah imkanur rukyat, maka konflik di Singapura semakin berkurang, meskipun masih ada yang belum menerima”, ungkapnya. (bieb-idham/foto:bimasislam)
Tagar Terkait:
#Ramadan#BimasIslam#KemenagRI

Kontributor & Unit Kerja

Klik kontributor atau unit kerja untuk melihat seluruh berita terkait.

Reporter
Bimas Islam
Peliputan & Penulisan NaskahLihat liputan reporter
Editor
Redaksi Ditjen Bimas Islam
Penyunting Naskah & KurasiLihat artikel editor
Fotografer
Dokumentasi Humas Bimas Islam
Dokumentasi Visual & FotoLihat arsip foto
Unit Kerja
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
SetditjenLihat berita unit kerja
Dipublikasikan secara resmi oleh Kementerian Agama Republik Indonesia.

Baca Selanjutnya

Lihat semua
Gelar The Wonder of Harmony, Kemenag: Upaya Perbanyak Ruang Perjumpaan
Berita · 26 Okt 2026

Gelar The Wonder of Harmony, Kemenag: Upaya Perbanyak Ruang Perjumpaan

Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat (Ditjen Bimas) Islam tahun ini kembali menggelar The Wonder Harmony.  Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik (HKP) Kementerian Agama Thobib Al-Asyhar mengatakan bahwa giat ini sebagai upaya memperbanyak ruang perjumpaan antarumat beragama.