Bimas IslamDitjen Bimbingan Masyarakat Islam · Kemenag RI

Mesin Ketik Manual Masih Dipakai dalam MTQ Nasional XXV di Batam

Batam, bimasislam-- MTQ Nasional XXV telah ditutup secara resmi oleh Wakil Presiden Boediono hari Jumat (13/6) malam kemarin di Dataran Engku Putri, Batam Center, Kepulauan Riau (Kepri). Walaupun angin puting beliung menerjang sejumlah wilayah di Kota Batam pada Kamis dini hari sebelumnya, penutupan perhelatan perlombaan al-Quran tahunan terbesar secara nasional ini tidak terganggu dan tetap berjalan dengan baik dan lancar.
 
Pengumuman juara sudah disampaikan oleh Ketua Dewan Juri KH. Said Agil Hussein al-Munawwar. Hasil rekapitulasi Panitia MTQ Nasional XXV atas semua perlombaan yang diadakan, Juara Umum diraih tuan rumah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), sedangkan Juara Kedua diraih oleh Provinsi Banten, dan Jawa Barat sebagai Juara Ketiga. Penyerahan Piala Juara Umum diserahkan Wapres kepada Gubernur Kepri M. Sani.
 
Secara umum, sebagaimana diakui oleh Gubernur Kepri dalam sambutannya, penyelenggaraan MTQ Nasional XXV di Batam berjalan baik dan lancar. Beliau mengucapkan terima kasih kepada seluruh lapisan masyarakat Kepri, para kafilah juga seluruh jajaran Panitia yang telah turut mendukung kesuksesan acara ini.
 
Di antara aspek yang mendukung kesuksesan MTQ Nasional XXV ini adalah penggunaan teknologi informasi dalam perlombaan yang diselenggarakan. Untuk beberapa cabang perlombaan, seperti Tilawah dan Tahfidz, penilaian sudah langsung ditampilkan dalam layar monitor/screen. Bahkan, untuk penyelenggaraan MTQ Nasional di Batam ini sudah menggunakan video streaming dalam peliputan dan pemberitaannya.
 
Hanya saja, tahukah anda? Dalam perlombaan Musabaqah Menulis Isi al-Quran (MMIQ), mesin ketik masih digunakan para peserta untuk menunjang perlombaan tersebut. Awalnya bimasislam kaget, tapi kemudian mengerti setelah dijelaskan oleh salah seorang Panitera perlombaan ini. Karena dalam penulisan ilmiah disyaratkan orisinalitas, maka mesin ketik adalah alternatif terbaik. "Dengan mesin ketik, duplikasi dan penjiplakan bisa dihindari dalam karya tulis para peserta", terang Munjaedi, sang Panitera tersebut. Justru dengan teknologi modern seperti komputer, baik itu PC, Laptop, maupun Notebook, ruang copy-paste itu sangat terbuka dimanfaatkan oleh para peserta, lanjutnya. Jadi, di sini bukan masalah modern atau tidak, melainkan masalah pertanggungjawaban ilmiah dalam salah satu cabang perlombaan MTQ Nasional XXV ini.(edijun/foto:bimasislam).
Tagar Terkait:
#MTQ#BimasIslam#KemenagRI

Kontributor & Unit Kerja

Klik kontributor atau unit kerja untuk melihat seluruh berita terkait.

Reporter
Bimas Islam
Peliputan & Penulisan NaskahLihat liputan reporter
Editor
Redaksi Ditjen Bimas Islam
Penyunting Naskah & KurasiLihat artikel editor
Fotografer
Dokumentasi Humas Bimas Islam
Dokumentasi Visual & FotoLihat arsip foto
Unit Kerja
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
SetditjenLihat berita unit kerja
Dipublikasikan secara resmi oleh Kementerian Agama Republik Indonesia.

Baca Selanjutnya

Lihat semua
Gelar The Wonder of Harmony, Kemenag: Upaya Perbanyak Ruang Perjumpaan
Berita · 26 Okt 2026

Gelar The Wonder of Harmony, Kemenag: Upaya Perbanyak Ruang Perjumpaan

Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat (Ditjen Bimas) Islam tahun ini kembali menggelar The Wonder Harmony.  Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik (HKP) Kementerian Agama Thobib Al-Asyhar mengatakan bahwa giat ini sebagai upaya memperbanyak ruang perjumpaan antarumat beragama.