Bimas IslamDitjen Bimbingan Masyarakat Islam · Kemenag RI

Kultum Ramadan di IKN, Kemenag Tekankan Tabayyun sebagai Kunci Bijak Bermedia Sosial

Nusantara, Bimas Islam — Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Kementerian Agama, Arsad Hidayat, mengingatkan pentingnya menjadikan prinsip tabayyun sebagai pedoman dalam bermedia sosial. Pesan ini disampaikan dalam kultum Ramadan bertema Bijak dalam Bermedia Sosial di Masjid Negara IKN, Jumat (6/3/2026) malam.

Menurut Arsad, derasnya arus informasi di ruang digital menuntut setiap orang lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan kabar. Tanpa kehati-hatian, informasi yang belum jelas kebenarannya dapat menimbulkan kesalahpahaman dan merugikan banyak pihak.

“Islam telah mengajarkan kita untuk memeriksa setiap informasi yang datang. Prinsip tabayyun menjadi sangat relevan di era media sosial, ketika berita dapat menyebar begitu cepat dan menjangkau banyak orang dalam waktu singkat,” ujar Arsad.

Ia menjelaskan, ajaran tersebut selaras dengan firman Allah Swt. dalam Surah Al-Hujurat ayat 6 yang mengingatkan orang beriman agar meneliti setiap kabar yang diterima. Sikap ini penting agar tidak menimbulkan dampak buruk akibat informasi yang belum jelas kebenarannya.

Selain menekankan verifikasi informasi, Arsad juga mengajak masyarakat memanfaatkan media sosial sebagai sarana mencari ilmu dan menyebarkan kebaikan. Menurutnya, teknologi digital dapat menjadi ruang pembelajaran sekaligus medium dakwah yang membawa manfaat luas bagi masyarakat.

“Rasulullah Saw. bersabda, barang siapa menempuh suatu jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga. Di era digital, media sosial dapat menjadi salah satu jalan itu, selama digunakan untuk memperoleh pengetahuan yang bermanfaat,” katanya.

Arsad juga mengingatkan pentingnya menjaga lisan dan pilihan kata dalam setiap interaksi di ruang digital. Dalam pandangan Islam, etika berbicara tidak hanya berlaku dalam percakapan langsung, tetapi juga dalam setiap tulisan atau unggahan di media sosial.

“Rasulullah Saw. mengajarkan, siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah berkata baik atau diam. Prinsip ini relevan kita pegang ketika berinteraksi di media sosial agar setiap kata yang kita sampaikan membawa kebaikan,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, menyebarkan informasi yang tidak benar atau memicu kebencian bertentangan dengan nilai-nilai keimanan. Karena itu, umat Islam diharapkan menjadikan media sosial sebagai sarana menebarkan pesan kebaikan sekaligus memperkuat ukhuwah di tengah masyarakat.

Menurutnya, Ramadan menjadi momentum yang tepat untuk memperbaiki sikap dan etika dalam bermedia sosial. Pengendalian diri yang dilatih selama bulan suci diharapkan mendorong setiap Muslim menghadirkan nilai-nilai kebaikan dalam aktivitas digital.

Kultum Ramadan di Masjid Negara IKN turut dihadiri Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara, Basuki Hadimuljono, yang mengikuti rangkaian ibadah bersama para jemaah.
Tagar Terkait:
#InfoMasjid#KUA#Ramadan#BinaSyariah#BimasIslam#KemenagRI

Kontributor & Unit Kerja

Klik kontributor atau unit kerja untuk melihat seluruh berita terkait.

Reporter
Inisial AN · Tim Peliput
Peliputan & Penulisan NaskahLihat liputan reporter
Editor
Inisial MR · Redaksi Pelaksana
Penyunting Naskah & KurasiLihat artikel editor
Fotografer
Dokumentasi Humas Bimas Islam
Dokumentasi Visual & FotoLihat arsip foto
Unit Kerja
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
SetditjenLihat berita unit kerja
Dipublikasikan secara resmi oleh Kementerian Agama Republik Indonesia.

Baca Selanjutnya

Lihat semua
Gelar The Wonder of Harmony, Kemenag: Upaya Perbanyak Ruang Perjumpaan
Berita · 26 Okt 2026

Gelar The Wonder of Harmony, Kemenag: Upaya Perbanyak Ruang Perjumpaan

Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat (Ditjen Bimas) Islam tahun ini kembali menggelar The Wonder Harmony.  Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik (HKP) Kementerian Agama Thobib Al-Asyhar mengatakan bahwa giat ini sebagai upaya memperbanyak ruang perjumpaan antarumat beragama.