Bimas IslamDitjen Bimbingan Masyarakat Islam · Kemenag RI

Kesadaran Muzakki di Kota Sorong Belum Optimal

Sorong, bimasislam -- Kesadaran para muzakki dalam membayar zakatnya di Kota Sorong sepertinya harus terus digenjot. Pasalnya, realisasi penerimaan zakat di kota berjulukan "Daratan Maladum" ini belum sesuai dengan target.

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Sorong sendiri pernah menghitung potensi zakat di kota ini mencapai Rp 6 miliar per tahunnya. Namun, realisasi penerimaan setiap tahunnya tidak pernah menjauh dari angka Rp 2 miliar.

"Ya kita pernah menghitung potensi zakat di kota ini. Kita hitung berdasarkan jumlah penduduk muslim sebanyak 49 persen dari total populasi Kota Sorong," ujar Saiful Kamaruzzaman, Ketua Umum BAZNAS Kota Sorong kepada bimasislam, Senin (32/7) di kantor BAZNAS Kota Sorong yang berada dalam komplek masjid terbesar di Kota Sorong, Masjid Al-Akbar. Pada saat itu Saiful didampingi oleh Bendahara Umum Nurdin Nais.    

Dari data yang diterima bimasislam, menyebutkan, selama bulan Ramadan tahun 2017 berhasil menghimpun zakat fitrah, zakat mal, dan infak/sedekah sebesar Rp 1.8 miliar. Dana sebesar itu dikumpulkan dari unit pengumpul zakat (UPZ) yang ada di 85 masjid dan lembaga zakat Muhammadiyah (Lazismu) Kota Sorong.       

Masih rendahnya penerimaan zakat di Kota Sorong menurut Saiful, termasuk disebabkan keengganan sebagian warga kota ini menyalurkan zakatnya berdasarkan domisili. Maksudnya cukup banyak muzakki yang ada di Kota Sorong membayar zakatnya justru di luar kota Sorong. Hal ini karena mayoritas penduduk Kota Sorong adalah pendatang seperti dari Sulawesi dan Maluku yang lantas membayar zakatnya di kampung asal mereka.           

Program Prioritas     

Meski dengan kondisi penerimaan yang minim, dana yang berhasil dihimpun langsung disalurkan berdasarkan prioritas sesuai tuntunan syariah. BAZNAS Kota Sorong pun telah menyusun program untuk menyalurkan dana zakat tersebut.           

Dari delapan asnaf yang wajib menerima dana zakat diformulasi oleh BAZNAS Kota Sorong ke dalam lima program utama, yaitu program Sorong Makmur, Sorong Cerdas, Sorong Taqwa, Sorong Peduli, dan Sorong Sehat. Program Sorong Makmur dengan memberi bantuan modal usaha kepada usaha kecil mikro, bantuan gerobak dan bantuan etalase.        

Program Sorong Cerdas menyasar anak didik miskin dan lembaga pendidikan, yaitu beasiswa rutin, biaya wisuda, bantuan kegiatan KKN mahasiswa dan bantuan pendidikan lainnya. Kemudian program Sorong Taqwa memberikan bantuan sosial keagamaan dan bantuan pembangunan masjid.      

Selain itu, ada juga program Sorong Peduli berupa pemberian bantuan sembako, sosial kemanusiaan, biaya perjalanan, dan korban kecelakaan. Tidak ketinggalan juga dalam bidang kesehatan yaitu program Sorong Sehat. Program ini memberi santunan kesehatan bagi asnaf yang sakit.   

"Terkadang ada warga yang harus dirujuk ke rumah sakit di luar kota Sorong dan perlu biaya perjalanan maka kita bantu biayanya," demikian ungkap Saiful.
 
(Insan/syam/bimasislam).     
Tagar Terkait:
#Zakat#InfoMasjid#Ramadan#BinaSyariah#BimasIslam#KemenagRI

Kontributor & Unit Kerja

Klik kontributor atau unit kerja untuk melihat seluruh berita terkait.

Reporter
Bimas Islam
Peliputan & Penulisan NaskahLihat liputan reporter
Editor
Redaksi Ditjen Bimas Islam
Penyunting Naskah & KurasiLihat artikel editor
Fotografer
Dokumentasi Humas Bimas Islam
Dokumentasi Visual & FotoLihat arsip foto
Unit Kerja
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
SetditjenLihat berita unit kerja
Dipublikasikan secara resmi oleh Kementerian Agama Republik Indonesia.

Baca Selanjutnya

Lihat semua
Gelar The Wonder of Harmony, Kemenag: Upaya Perbanyak Ruang Perjumpaan
Berita · 26 Okt 2026

Gelar The Wonder of Harmony, Kemenag: Upaya Perbanyak Ruang Perjumpaan

Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat (Ditjen Bimas) Islam tahun ini kembali menggelar The Wonder Harmony.  Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik (HKP) Kementerian Agama Thobib Al-Asyhar mengatakan bahwa giat ini sebagai upaya memperbanyak ruang perjumpaan antarumat beragama.