Jakarta, Bimas Islam --- Direktur Penerangan Agama Islam (Penais) Bimas Islam Kemenag RI, Syamsul Bahri mengungkapkan, para khatib Jumat memiliki otoritas menyebarkan konsep moderasi beragama pada materi khotbahnya.
“Dakwah itu perlu diberikan rambu-rambu agar sesuai ajaran Al-Qur’an dan Sunah. Jadi di sinilah pentingnya peran khatib dalam menyampaikan konsep moderasi beragama kepada jemaah salat Jumat,” ungkap Direktur kepada bimasislam, Jumat (21/1/22).
Untuk menghindari pemikiran dan perilaku yang mencederai persaudaraan dalam beragama, berbangsa, dan kemanusiaan. Direktur menyebut, khatib Jumat sangat efektif dalam meredam hoaks, ujaran kebencian, dan adu domba antar sesama elemen bangsa.
Dikatakan Direktur, materi khotbah Jumat harus benar-benar memberi pencerahan dan tidak menimbulkan kebencian kepada kelompok lain.
“Khatib harus mengajak kepada kemasalahatan umat, menghargai kelompok lain, serta tidak menjelek-jelekan paham atau agama lain,” ujarnya.
Ia mengajak para Khatib dan pengurus masjid, khususnya para dai, agar benar-benar mencermati materi dakwah yang mementingkan akhlak supaya tujuan dakwah tercapai.
“Islam selalu menawarkan dialog dan toleransi dalam bentuk saling menghormati, bukan memaksa. Sehingga nilai moderasi beragama sangat penting diintegrasikan ke dalam materi khotbah Jumat,” pungkasnya.
(Anty)
Kontributor & Unit Kerja
Klik kontributor atau unit kerja untuk melihat seluruh berita terkait.
Reporter
Bimas Islam
Peliputan & Penulisan NaskahLihat liputan reporter Editor
Redaksi Ditjen Bimas Islam
Penyunting Naskah & KurasiLihat artikel editor Fotografer
Dokumentasi Humas Bimas Islam
Dokumentasi Visual & FotoLihat arsip foto Unit Kerja
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
SetditjenLihat berita unit kerja 






