Bimas IslamDitjen Bimbingan Masyarakat Islam · Kemenag RI

Kemenag dan MOSAIC Kembangkan Masjid Ramah Lingkungan Berbasis Energi Surya

Jakarta, Bimas Islam — Kementerian Agama memperkuat kolaborasi dengan Muslim Association for Islamic Climate Action (MOSAIC) dalam pengembangan masjid ramah lingkungan berbasis energi terbarukan. Sinergi ini menjadi bagian dari implementasi Program Prioritas Menteri Agama Nasaruddin Umar, yaitu Penguatan Ekoteologi.

“Kolaborasi dengan MOSAIC merupakan salah satu implementasi dari Protas Menag tentang Penguatan Ekoteologi, “ Sambut Arsad saat membuka pertemuan dengan jajaran MOSAIC di Jakarta, Rabu (22/7/2026).

Direktur Program MOSAIC, Aldy Permana, mengatakan organisasinya mengembangkan program Sedekah Energi, yakni gerakan gotong royong untuk memasang PLTS di masjid sekaligus memberikan pelatihan energi terbarukan kepada pengurus masjid dan masyarakat.

"Program Sedekah Energi kami hadirkan sebagai bentuk gotong royong untuk memperluas pemanfaatan energi surya di masjid. Harapannya, masjid tidak hanya menjadi pusat ibadah, tetapi juga menjadi pusat edukasi dan pemberdayaan masyarakat dalam mendukung transisi energi bersih," ujar Aldy.

Hingga kini, program tersebut telah diterapkan di enam masjid di berbagai daerah. Pada 2026, MOSAIC menargetkan perluasan ke tiga masjid di Aceh, Sumatera Utara, dan Jawa Barat.

Menurut Aldy, pemanfaatan energi surya tidak hanya menyediakan sumber energi bersih, tetapi juga menekan biaya operasional masjid sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh jamaah. Melalui dukungan ribuan donatur, program ini juga meningkatkan kapasitas pengurus masjid melalui pelatihan serta berkontribusi mengurangi emisi karbon.

Berdasarkan data Kementerian Agama, sekitar 202.765 masjid atau 44 persen dan 128.232 musala atau 28 persen berpotensi menjadi percontohan program solarisasi dalam pengembangan eco-masjid.

"Jika satu masjid dipasang PLTS atap berkapasitas lima kilowatt, maka dengan target ini umat Islam dapat berkontribusi sebesar satu juta kilowatt atau satu gigawatt terhadap target nasional 100 gigawatt," kata Aldy.

Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah, Arsad Hidayat, menyambut baik inisiatif tersebut. Menurutnya, pemanfaatan energi terbarukan di masjid sejalan dengan program ekoteologi Kementerian Agama sekaligus memberikan manfaat nyata melalui efisiensi energi dan penghematan biaya operasional.

"Saya kira gerakan ini merupakan terobosan baru yang harus kita dukung," ujar Arsad.

Ia menilai masjid memiliki peran strategis sebagai pelopor perubahan perilaku masyarakat dalam menjaga lingkungan. Karena itu, pengembangan masjid ramah lingkungan perlu diperluas melalui kolaborasi berbagai pihak.

Sebagai tindak lanjut, Direktorat Urusan Agama Islam dan Bina Syariah akan mendukung program tersebut melalui penguatan publikasi, edukasi masyarakat di media sosial, serta penyelenggaraan diskusi daring Insight Syariah bertema “Masjid Ramah Lingkungan Melalui Sedekah Energi untuk Umat”.

"Kami akan mencoba melakukan pendataan terhadap masjid-masjid yang telah menerapkan panel surya ini. Data tersebut akan menjadi dasar dalam mengembangkan model eco-masjid yang dapat direplikasi di berbagai daerah sehingga semakin banyak masjid yang berkontribusi terhadap pelestarian lingkungan," kata Arsad.

Ke depan, Kementerian Agama dan MOSAIC juga akan menyusun panduan teknis implementasi PLTS di masjid, menggelar kampanye bersama mengenai energi surya, serta memperkuat koordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait. Langkah tersebut diharapkan memperluas kontribusi umat Islam dalam mendukung transisi energi nasional sekaligus memperkuat peran masjid sebagai pusat ibadah, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat yang ramah lingkungan.
Tagar Terkait:
#InfoMasjid#KUA#BinaSyariah#BimasIslam#KemenagRI

Kontributor & Unit Kerja

Klik kontributor atau unit kerja untuk melihat seluruh berita terkait.

Reporter
Inisial MSK · Tim Peliput
Peliputan & Penulisan NaskahLihat liputan reporter
Editor
Inisial MR · Redaksi Pelaksana
Penyunting Naskah & KurasiLihat artikel editor
Fotografer
Dokumentasi Humas Bimas Islam
Dokumentasi Visual & FotoLihat arsip foto
Unit Kerja
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
SetditjenLihat berita unit kerja
Dipublikasikan secara resmi oleh Kementerian Agama Republik Indonesia.

Baca Selanjutnya

Lihat semua
Gelar The Wonder of Harmony, Kemenag: Upaya Perbanyak Ruang Perjumpaan
Berita · 26 Okt 2026

Gelar The Wonder of Harmony, Kemenag: Upaya Perbanyak Ruang Perjumpaan

Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat (Ditjen Bimas) Islam tahun ini kembali menggelar The Wonder Harmony.  Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik (HKP) Kementerian Agama Thobib Al-Asyhar mengatakan bahwa giat ini sebagai upaya memperbanyak ruang perjumpaan antarumat beragama.