Bimas IslamDitjen Bimbingan Masyarakat Islam · Kemenag RI

Ini Faktor-faktor Pendorong dan Penarik Human Traficking Menurut KPAI

Jakarta, bimasislam— Banyaknya kasus perdagangan manusia (human trafficking) di Indonesia menjadikan kekahawatiran semua pihak, khususnya Ditjen Bimas Islam Kemenag RI. Berdasarkan laporan, kasus perdagangan manusia tidak bisa diketahui secara pasti, sehingga hal ini menjadi fenomena gunung es. Karena itu, pada Selasa (9/6) melalui Bagian Ortala Bimas Islam telah dilakukan sosialisasi Undang-undang No. 21 Tahun 2007 tentang PEMBERANTASAN Tidak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) yang dilaksanakan di Auditorium HM. Rasyidi, Gedung Kemenag RI, Jl. MH. Thamrin 6 Jakarta.
 
Menurut wakil dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Poppy Retno Adji P., bahwa kasus perdagangan manusia harus menjadi perhatian semua pihak. Menurutnya, kasusnya sudah banyak dan harus mendapat perhatian, khususnya Kelementerian/Lembaga seperti Kemendagri, Kemenlu, Kementerian Agama, Kementerian Diknas, Jaksa Agung, Kaplorsi, BIN, Kem-Kominfo, dan lain-lain.
 
“Kasus perdagangan manusia sudah memprihatinkan. Jumlahnya sulit dilacak. Namun bisa dikatakan ini menjadi fenomena gunung es”, tegas Poppy.
 
Lebih lanjut Poppy memaparkan bahwa terjadinya Human Trafficking disebabkan oleh banyak faktor pendorong dan penarik.
 
“Faktor pendorong yang paling utama adalah kemiskinan, struktur keluarga yang tidak utuh, keinginan kepemilikan lahan, kesempatan kerja, bencana alam, success stories, intergerasi budaya, gaya hidup[, kawin muda-perceraian, tuntutan pekerjaan, pengaruh lingkungan lokal, dan tingginya putus sekolah”, tegas.
 
Sedangkan, imbuh mantan pejabat di Kementerian Pemberdayaan Perempuan ini, bahwa faktor penarik juga sangat mempengaruhi, misalnya godaan ingin mendapatkan penghasilan tinggi dengan mudah.
 
“Keinginan mendapatkan penghasilan tinggi dengan mudah menjadi faktor penarik terjadinya perdagangan manusia. Selain itu ada juga industri seks, peluang kerja di LN, penjualan narkoba, dan penjualan organ”, urainya. (thobib/foto:bimasislam)
Tagar Terkait:
#BimasIslam#KemenagRI

Kontributor & Unit Kerja

Klik kontributor atau unit kerja untuk melihat seluruh berita terkait.

Reporter
Bimas Islam
Peliputan & Penulisan NaskahLihat liputan reporter
Editor
Redaksi Ditjen Bimas Islam
Penyunting Naskah & KurasiLihat artikel editor
Fotografer
Dokumentasi Humas Bimas Islam
Dokumentasi Visual & FotoLihat arsip foto
Unit Kerja
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
SetditjenLihat berita unit kerja
Dipublikasikan secara resmi oleh Kementerian Agama Republik Indonesia.

Baca Selanjutnya

Lihat semua
Gelar The Wonder of Harmony, Kemenag: Upaya Perbanyak Ruang Perjumpaan
Berita · 26 Okt 2026

Gelar The Wonder of Harmony, Kemenag: Upaya Perbanyak Ruang Perjumpaan

Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat (Ditjen Bimas) Islam tahun ini kembali menggelar The Wonder Harmony.  Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik (HKP) Kementerian Agama Thobib Al-Asyhar mengatakan bahwa giat ini sebagai upaya memperbanyak ruang perjumpaan antarumat beragama.