Bimas IslamDitjen Bimbingan Masyarakat Islam · Kemenag RI

Dirjen: Bimas Islam Harus Mampu Respon Problematika Umat yang Sangat Dinamis

Jakarta, bimasislam— Di tengah arus perubahan yang sangat cepat dan problematika umat juga semakin kompleks, maka Bimas Islam harus mampu meresponnya dengan cepat dan tepat. “Salah satu contoh konkrit yang perlu disikapi oleh Bimas Islam adalah bahwa kemampuan penyuluh agama Islam di daerah nampak masih standar. Pada saat yang sama, problematika umat terus bermunculan, seperti lahirnya paham dan aliran sempalan atau menyimpang, ada yang mengaku nabi, mengaku ketemu malaikat jibril dan menyebarkan kepada orang lain, ada yang mengajarkan shalat dengan dwi bahasa, dan konflik internal umat. Pertanyaannya, mampukah penyuluh kita merespon dengan cepat dan menjadi solusi?”. Demikian dikatakan oleh Dirjen Bimas Islam, Prof. Dr. H. Abdul Djamil, MA di hadapa peserta Sinkronisasi Program Tingkat Pusat Ditjen Bimas Islam di hotel Aryaduta, Jakarta (27/4).
 
Lebih lanjut Djamil meminta kepada seluruh jajaran Bimas Islam agar tanggap terhadap hal-hal seperti ini. “Selama ini program kegiatan Bimas Islam masih sporadis, tidak terencana dengan baik dan hanya menjalankan tradisi seperti masa lalu. Banyaknya kegiatan yang seremonial harus diakhiri. Tolong munculkan program-program inisiatif baru, sehingga masyarakat dapat merasakan dampaknya secara langsung. Tahun ini saya lihat langsung program-program Bimas Islam dan lahir beberapa program inisitaif, seperti pemberian honor imam masjid kecamatan, pengembangan pelayanan publik berbasis IT, dan lain-lain.
 
Karena itu, imbuh Djamil, kontribusi stake-holders Bimas Islam sangat diperlukan. Mitra strategis Bimas Islam, seperti MUI, NU, Muhammadiyah, Badan Wakaf Indonesia (BWI), Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) diharapkan dapat memberikan masukan positif buat program Bimas Islam. “Saya yakin, Bimas Islam dengan mitra-mitra strategis memiliki tujuan yang sama, yaitu untuk membangun masyarakat Islam yang maju. Sehingga diperlukan sinergitas program untuk saling melengkapi dan berbagi peran”, haran Djamil.
 
Hadir sebagai peserta adalah para pejabat di lingkungan Bimas Islam dan perwakilan dari mitra strategis. Sedangkan nara sumber diantaranya adalah Dirjen Bimas Islam, Sekretaris Ditjen Bimas Islam, Kabiro Perencanaan Kemenag, Direktur Agama Bappenas, dan lain-lain. (bieb/foto:bimasislam)
Tagar Terkait:
#Zakat#Wakaf#InfoMasjid#PenyuluhAgama#BimasIslam#KemenagRI

Kontributor & Unit Kerja

Klik kontributor atau unit kerja untuk melihat seluruh berita terkait.

Reporter
Bimas Islam
Peliputan & Penulisan NaskahLihat liputan reporter
Editor
Redaksi Ditjen Bimas Islam
Penyunting Naskah & KurasiLihat artikel editor
Fotografer
Dokumentasi Humas Bimas Islam
Dokumentasi Visual & FotoLihat arsip foto
Unit Kerja
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
SetditjenLihat berita unit kerja
Dipublikasikan secara resmi oleh Kementerian Agama Republik Indonesia.

Baca Selanjutnya

Lihat semua
Gelar The Wonder of Harmony, Kemenag: Upaya Perbanyak Ruang Perjumpaan
Berita · 26 Okt 2026

Gelar The Wonder of Harmony, Kemenag: Upaya Perbanyak Ruang Perjumpaan

Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat (Ditjen Bimas) Islam tahun ini kembali menggelar The Wonder Harmony.  Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik (HKP) Kementerian Agama Thobib Al-Asyhar mengatakan bahwa giat ini sebagai upaya memperbanyak ruang perjumpaan antarumat beragama.