Bimas IslamDitjen Bimbingan Masyarakat Islam · Kemenag RI

Dirjen Bimas Islam: Al Quran Sumber Pengamalan Ajaran dan Nilai-nilai Islam

Jakarta, bimasislam --- Al Quran merupakan sumber pengamalan ajaran dan nilai-nilai Islam yang perlu terus dikembangkan sebagai fondasi sosial dan kultural masyarakat Indonesia masa depan. Khazanah dan spirit peradaban Islam perlu diaktualisasikan sebagai perekat persatuan bangsa di tengah arus perubahan masyarakat di era kekinian.
 
Demikian disampaikan Dirjen Bimas Islam saat menyampaikan sambutan mewakili Menteri Agama dalam acara Istighotsah Akbar Habaib dan Ulama Jakarta di Pondok Pesantren Al Hamid, Jakarta Timur, Sabtu malam (21/04).
 
Dikatakan Dirjen, dalam dekade ini Indonesia mengalami bonus demograsi dimana jumlah populasi angkatan muda atau penduduk usia produktif melonjak tinggi hingga puncaknya pada 2030 mendatang diperkirakan akan menebus angka 67 persen dari total jumlah penduduk. "Fenomena tersebut menjadi tantangan dan peluang bagi kita semua, khususnya dalam pembangunan kehidupan beragama dan pengembangan dakwah Islam khususnya terhadap lapisan generasi milenial", urai Dirjen.
 
"Sebagai muslim kita semua meyakini secara mutlak bahwa Al Quran merupakan realitas Ilahiah dan fakta nubuwah Nabi Muhammad SAW sepanjang zaman", kata Dirjen.

Al Quran, Dirjen menjelaskan, bukan kitab yang disusun berdasarkan imajinasi ataupun fiksi, tetapi kitab suci yang menjadi bukti kebenaran Islam sebagai rahmatan lil ‘alamin.
 
Dirjen menambahkan, Al Quran menyeru kepada persatuan  dan melarang umat Islam berpecah-belah.

"Al Quran mengajarkan prinsip-prinsip perdamaian, toleransi dan persaudaraan umat manusia yang melintasi sekat-sekat perbedaan suku, golongan, warna kulit dan keyakinan", jelas Dirjen. Demikian pula spirit Qurani adalah sumber kekuatan moral umat dalam pemberantasan korupsi dan segala macam penyakit masyarakat.
 
Dirjen berharap peran organisasi keagamaan dan para tokoh agama sangat penting untuk mendukung misi Kementerian Agama, khususnya  misi meningkatkan kualitas kehidupan keagamaan, kualitas pendidikan keagamaan dan kualitas kerukunan antarumat beragama. Kemajuan di bidang ekonomi, teknologi, industri dan informasi dewasa ini, tidak seyogyanya menggerus nilai-nilai kehidupan beragama dan budaya bangsa.
 
Di akhir sambutannya, Dirjen mengajak kita semua, seluruh kaum muslimin, agar bersama-sama pemerintah untuk menjaga dan mengembangan warisan nilai-nilai Islam sebagai akar budaya beragama di nusantara.

Tampak hadir dalam kesempatan tersebut Ketua Pembina Yayasan Wakaf Quran Indonesia Ir. H.M. Romahurmuziy, MT, Ketua Yayasan Wakaf Quran Indonesia Ahmad Baidhowi yang juga adalah anggota Komisi II DPR RI. Hadir pula Bapak Ahmad Fauzan Harun dan Ahmad Mustaqim anggota Komisi VIII DPR RI serta Pimpinan Pondok Pesantren Al-Hamid, KH Lukman Hakim Al-Hamid, serta tokoh habaib dan ulama lainnya  

Penulis : nhkurniawan
Editor : sigit
Foto : bimasislam
Tagar Terkait:
#Toleransi#KerukunanUmat#Wakaf#KUA#Pesantren#BimasIslam#KemenagRI

Kontributor & Unit Kerja

Klik kontributor atau unit kerja untuk melihat seluruh berita terkait.

Reporter
Bimas Islam
Peliputan & Penulisan NaskahLihat liputan reporter
Editor
Redaksi Ditjen Bimas Islam
Penyunting Naskah & KurasiLihat artikel editor
Fotografer
Dokumentasi Humas Bimas Islam
Dokumentasi Visual & FotoLihat arsip foto
Unit Kerja
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
SetditjenLihat berita unit kerja
Dipublikasikan secara resmi oleh Kementerian Agama Republik Indonesia.

Baca Selanjutnya

Lihat semua
Gelar The Wonder of Harmony, Kemenag: Upaya Perbanyak Ruang Perjumpaan
Berita · 26 Okt 2026

Gelar The Wonder of Harmony, Kemenag: Upaya Perbanyak Ruang Perjumpaan

Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat (Ditjen Bimas) Islam tahun ini kembali menggelar The Wonder Harmony.  Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik (HKP) Kementerian Agama Thobib Al-Asyhar mengatakan bahwa giat ini sebagai upaya memperbanyak ruang perjumpaan antarumat beragama.