Bimas IslamDitjen Bimbingan Masyarakat Islam · Kemenag RI

Dirjen: After Care Service Program Bimas Islam Harus Jadi Perhatian Bersama

Jakarta, bimasislam-- Bimas Islam harus mampu memberikan dampak program yang dilaksanakan kepada masyarakat. Jangan hanya melaksanakan program/kegiatan seperti ingin membayar hutang, selesai secara administratif selesai. Visi dan Misi Bimas Islam harus menjadi acuan, apakah sudah tercapai atau belum. "After Care Service program Bimas Islam harus jadi perhatian seluruh pegawai". Demikian dikatakan Prof. Dr. H. Abdul Djamil, MA, dirjen Bimas Islam dalam Konsultasi dan Pengendalian Program Ditjen Bimas Islam di hotel Aryaduta, Jakarta (19/5).

Lebih lanjut Djamil mengatakan bahwa visi misi Bimas Islam itu sangat berat dan kompleks. Tugas pokok Bimas Islam yang harus dicermati adalah sejauh mana masyarakat telah menjadi umat yang taat beragama? "Apakah masyarakat kita sudah betul-betul taat beragama? Ukurannya apa jika kita menjawab sudah. Kalau belum juga apa indikatornya? Artinya, jawabnya sangat variatif, dan ini harus terus dijadikan catatan, sejauhmana kita telah melaksanakan program dan kegiatan yang bisa mendorong terwujudnya masyarakat yang taat beragama", ujarnya.
 
Jika kita bedah lagi, tugas Bimas Islam selain menjadikan umat taat, juga bagaimana menjadikan umat semakin maju, sejahtera, cerdas dan toleran. "Pertayaan akan selalu muncul setiap tahun, apakah umat kita sudah maju, sejahtera dan cerdas? Jangan-jangan kita belum banyak berbuat untuk menjadikan umat menjadi maju, sejahtera, dan cerdas. Belum lagi kita harus mengukur sejauhmana umat kita sudah saling toleran antara satu dengan yang lain", tegasnya.
 
Oleh karena itu, imbuh mantan Kabalitbang Kemenag ini, kita harus merubah mindset kita dalam melaksanakan program kerja. "Sebagai analogi, selera makan kita kan berubah. Bandingkan selera makan kita 10 tahun yang lalu. Dulu menu makan kita sayur asem, lodeh, sambel, ikan asin. Sekarang mungkin makanan jenis itu sudah jarang dimakan atau bahkan sudah tidak dimakan lagi. Demikian juga soal-soal agama, sekarang sudah sangat berubah. Apalagi di tengah arus demokrasi yang sangat berpengaruh. Sehingga, kita harus merubah cara pandang dan tindak, sehingga program dan kegiatan tidak berjalan secara pasif dan copy paste dari tahun-tahun sebelumnya", harapnya. (bieb/foto:bimasislam)

Tagar Terkait:
#Toleransi#BimasIslam#KemenagRI

Kontributor & Unit Kerja

Klik kontributor atau unit kerja untuk melihat seluruh berita terkait.

Reporter
Bimas Islam
Peliputan & Penulisan NaskahLihat liputan reporter
Editor
Redaksi Ditjen Bimas Islam
Penyunting Naskah & KurasiLihat artikel editor
Fotografer
Dokumentasi Humas Bimas Islam
Dokumentasi Visual & FotoLihat arsip foto
Unit Kerja
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
SetditjenLihat berita unit kerja
Dipublikasikan secara resmi oleh Kementerian Agama Republik Indonesia.

Baca Selanjutnya

Lihat semua
Gelar The Wonder of Harmony, Kemenag: Upaya Perbanyak Ruang Perjumpaan
Berita · 26 Okt 2026

Gelar The Wonder of Harmony, Kemenag: Upaya Perbanyak Ruang Perjumpaan

Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat (Ditjen Bimas) Islam tahun ini kembali menggelar The Wonder Harmony.  Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik (HKP) Kementerian Agama Thobib Al-Asyhar mengatakan bahwa giat ini sebagai upaya memperbanyak ruang perjumpaan antarumat beragama.