Bimas IslamDitjen Bimbingan Masyarakat Islam · Kemenag RI

Dari Festival Musik hingga Olahraga, Kemenag Siapkan Desain Layanan Keagamaan bagi Gen Z dan Alpha

Bandung, Bimas Islam — Kementerian Agama menyiapkan reformulasi layanan keagamaan untuk menjangkau Generasi Z dan Alpha. Dirjen Bimas Islam, Abu Rokhmad, menilai metode dakwah seperti ini lebih tepat untuk digunakan seiring perubahan kultur dan pola interaksi generasi muda. Hal itu disampaikannya kepada wartawan di Jakarta, Selasa (9/12/2025).
 
“Generasi Z dan Alpha hidup dalam budaya digital dan populer. Layanan keagamaan harus hadir di ruang itu agar pesan Islam relevan dan mudah diterima,” ujar Abu.
 
Ia menjelaskan, perubahan perilaku generasi muda menuntut pemerintah menata ulang cara penyampaian pesan keagamaan dan mendesain program. Musik, film, olahraga, hingga konten digital dinilai semakin efektif sebagai media komunikasi Islam yang ramah dan mudah dipahami.
 
Pernyataan itu disampaikan Abu menyusul kegiatan Penguatan Kerja Sama Pegawai Direktorat Penerangan Agama Islam: Integritas Kuat, Sinergi Hebat yang digelar di Bandung, Minggu, 7 Desember 2025.
 
“Karena itu, kami mendorong desain program Penerangan Agama Islam 2025–2026 agar lebih kreatif, terbuka, dan melibatkan ruang publik, seperti festival musik Islami, kompetisi film pendek, hingga ajang olahraga,” katanya.
 
Abu menegaskan bahwa pendekatan generasi terdahulu tidak lagi relevan. Aparatur, menurutnya, perlu memahami pola pikir generasi baru yang tumbuh dalam ekosistem serba cepat, visual, dan digital.
 
Ia juga menekankan bahwa layanan keagamaan harus terukur dan berdampak nyata bagi masyarakat. Penyuluh agama, kata Abu, merupakan ujung tombak dalam berbagai layanan dasar keagamaan, mulai dari penanganan jenazah, khotbah Jumat, respons atas musibah, hingga pembinaan warga yang belum bisa membaca Al-Qur’an.
 
“Penyuluh bukan hanya pelaksana administratif. Mereka adalah wajah negara yang memastikan layanan keagamaan berjalan,” tegasnya. Abu mengingatkan masih banyak warga yang belum terjangkau layanan keagamaan sehingga kehadiran penyuluh harus semakin diperkuat dan merata.
 
Sementara itu, Direktur Penerangan Agama Islam, Ahmad Zayadi, melaporkan, hampir seluruh target kuantitatif tahun 2025 telah tercapai. Namun ia menekankan bahwa Kemenag tidak boleh berhenti pada pencapaian angka.
 
“Evaluasi tidak berhenti pada angka. Yang penting adalah kualitas layanan dan kebermanfaatannya bagi masyarakat,” ujarnya.
 
Zayadi menyampaikan bahwa forum kerja sama di Bandung menjadi momentum untuk memastikan kesinambungan program menuju 2026 sekaligus ruang refleksi bagi aparatur untuk memperkuat integritas dan pola kerja kolaboratif. Ia menegaskan bahwa aparatur memiliki kewajiban mengawal isu strategis, termasuk saat terjadi bencana atau kebutuhan layanan keagamaan mendesak.
 
“Integritas kuat akan melahirkan sinergi hebat. Itu fondasi kita,” katanya.
 
Transformasi layanan keagamaan yang dicanangkan Bimas Islam diharapkan tidak hanya menguatkan kinerja internal, tetapi juga memperluas jangkauan layanan publik serta memastikan nilai-nilai Islam moderat dan inklusif dapat diterima generasi masa depan.
Tagar Terkait:
#KUA#PenyuluhAgama#Khotbah#BimasIslam#KemenagRI

Kontributor & Unit Kerja

Klik kontributor atau unit kerja untuk melihat seluruh berita terkait.

Reporter
Inisial BA · Tim Peliput
Peliputan & Penulisan NaskahLihat liputan reporter
Editor
Inisial MR · Redaksi Pelaksana
Penyunting Naskah & KurasiLihat artikel editor
Fotografer
Dokumentasi Humas Bimas Islam
Dokumentasi Visual & FotoLihat arsip foto
Unit Kerja
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
SetditjenLihat berita unit kerja
Dipublikasikan secara resmi oleh Kementerian Agama Republik Indonesia.

Baca Selanjutnya

Lihat semua
Gelar The Wonder of Harmony, Kemenag: Upaya Perbanyak Ruang Perjumpaan
Berita · 26 Okt 2026

Gelar The Wonder of Harmony, Kemenag: Upaya Perbanyak Ruang Perjumpaan

Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat (Ditjen Bimas) Islam tahun ini kembali menggelar The Wonder Harmony.  Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik (HKP) Kementerian Agama Thobib Al-Asyhar mengatakan bahwa giat ini sebagai upaya memperbanyak ruang perjumpaan antarumat beragama.