Bimas IslamDitjen Bimbingan Masyarakat Islam · Kemenag RI

Cara Kemenag Bangsel Tangani Aliran Bermasalah

Bangka Selatan, Bimas Islam — Sebagai negara yang multi etnis, ras, dan agama, kehidupan sosial keagamaan di tanah air terus berjalan dinamis. Tidak terkecuali di provinsi “Serumpun Sebalai” Bangka Belitung. Provinsi yang berdiri pada 21 November 2001 itu pernah diramaikan dengan sebuah aliran keagamaan yang dipandang bermasalah, karena melaksanakan ibadah haji bukan ke tanah suci Makkah. Sejumlah langkah telah dilakukan oleh Kementerian Agama bersama mitra terkait untuk mewujudkan kehidupan keagamaan yang harmonis di lokasi aliran tersebut berkembang. Bagaimana kabar kehidupan keagamaan di sana saat ini?
 
“Alhamdulillah kehidupan intra maupun antar umat beragama berjalan baik, dan perlu diketahui  bahwa kami bersyukur di Bangka Selatan hingga saat ini  tidak pernah terjadi gesekan akibat permasalahan agama,”demikian disampaikan Kepala Kementerian Agama Kabupaten Bangka Selatan, Jamaluddin, saat ditemui bimasislam di ruang kerjanya, Senin (30/12) lalu.
 
Dikatakan Jamaluddin, secara umum memang sejumlah aliran selalu berusaha untuk berkembang di tengah masyarakat. Khususnya aliran yang bermasalah di Bangka Selatan. “Namun saat ini kami tetap waspada dan mengamati aliran tersebut, walau pun tidak terlihat aktivitasnya namun boleh jadi secara hati nurani masih melekat di benak para pengikutnya,” urainya.
 
Ia menambahkan, pihaknya selalu berupaya memberikan penyuluhan keagamaan kepada masyarakat melalui berbagai media. “Penyuluhan terkait kehidupan keagamaan terus disampaikan baik melalui khutbah Jumat, majlis taklim, serta memaksimalkan peranan penyuluh agama, para kepala KUA, dan para guru untuk membimbing kehidupan keagamaan kepada masyarakat,” ujarnya.
 
Ditanya tentang potensi radikalisme berbasis agama di Bangka Selatan, Jamal mengatakan bahwa hingga saat ini belum ditemukan potensi tersebut. “Meski begitu, kami tetap waspada dan memberikan pemahaman agar semua umat beragama dan lapisan masyarakat agar tidak melakukan tindakan yang radikal, merasa benar sendiri dan menyalahkan orang lain,” katanya.
 
Untuk terus mengutamakan kehidupan keagamaan yang rukun dan harmonis di daerahnya, Ia mengatakan bahwa pihaknya selalu bekerja sama dengan semua mitra strategis seperti Tim Pakem dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat. “Khususnya kaum milenial agar tidak terpengaruh oleh paham radikal dan juga memaksimalkan peranan lembaga pendidikan untuk mencegah munculnya paham tersebut di lembaga pendidikan,” pungkasnya.
 
Untuk diketahui Kabupaten Bangka Selatan memiliki luas lebih kurang 3.607,08 km2 atau 360.708 Ha dengan wilayah administrasi awalnya meliputi 5 kecamatan, 3 kelurahan dan 45 desa. Untuk kepentingan akselerasi pembangunan daerah, beberapa wilayah administrasi kemudian mengalami peningkatan status sehingga wilayah administrasi menjadi 8 kecamatan, 3 kelurahan, 50 desa dengan 163 dusun. Populasi warga Muslim di Kabupaten beribukota Toboali ini mencapai 97,88%. (ska-ifm-fhm)
Tagar Terkait:
#KerukunanUmat#KUA#PenyuluhAgama#Khotbah#BimasIslam#KemenagRI

Kontributor & Unit Kerja

Klik kontributor atau unit kerja untuk melihat seluruh berita terkait.

Reporter
Bimas Islam
Peliputan & Penulisan NaskahLihat liputan reporter
Editor
Redaksi Ditjen Bimas Islam
Penyunting Naskah & KurasiLihat artikel editor
Fotografer
Dokumentasi Humas Bimas Islam
Dokumentasi Visual & FotoLihat arsip foto
Unit Kerja
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
SetditjenLihat berita unit kerja
Dipublikasikan secara resmi oleh Kementerian Agama Republik Indonesia.

Baca Selanjutnya

Lihat semua
Gelar The Wonder of Harmony, Kemenag: Upaya Perbanyak Ruang Perjumpaan
Berita · 26 Okt 2026

Gelar The Wonder of Harmony, Kemenag: Upaya Perbanyak Ruang Perjumpaan

Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat (Ditjen Bimas) Islam tahun ini kembali menggelar The Wonder Harmony.  Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik (HKP) Kementerian Agama Thobib Al-Asyhar mengatakan bahwa giat ini sebagai upaya memperbanyak ruang perjumpaan antarumat beragama.