Bimas IslamDitjen Bimbingan Masyarakat Islam · Kemenag RI

Belajar Kesederhanaan dari "Abah", Pemenang Pemilihan Keluarga Sakinah 2010

Jakarta, bimasislam Apa yang dibayangkan oleh kebanyakan orang tentang hidup bahagia terkait dengan hidup yang serba cukup dari sisi harta. Namun, filosofi itu tidak berlaku bagi pemenang Pemilihan Keluarga Sakinah Teladan Nasional Tahun 2010, H.Fathanah Amrullah dan asangannya, Hj.Zubaedah.Dalam penuturannya ketika berbincang dengan bimasislam, laki-laki yang biasa dipanggil “abah” ini menceritakan bahwa dirinya takut sekali jika memiliki harta banyak tapi tidak memberi manfaat kepada orang lain. "Saya alhamdulillah sudah mempelopori untuk membangun masjid raya dan rumah sakit PKU Muhammadiyah di Tulang Bawang Lampung, tetapi rumah saya seperti bedeng. Saya tidak mau rumah saya lebih baik atau lebih mewah dari tempat ibadah" , tegasnya.

Abah yang sudah berusia 76 tahun ini nampak sekali masih segar dan bersemangat ketika berbicara lika-liku perjuangannya dalam berdakwah. Salah satu bukti kesederhanaan abah seperti dituturkan kepada bimasislam adalah ketika dirinya dinyatakan menang sebagai keluarga sakinah teladan tahun 2010 dan mendapat hadiah sebesar Rp 30 juta, dirinya hanya bisa memuji sebanyak-banyak-nya kepada Allah. “Ketika saya dinyatakan sebagai pemenang, istri saya nangis, saya mau sujud syukur gak enak karena yang menjadi nominasi beberapa memiliki gelar profesor”, ungkapnya. Akhirnya, lanjut abah, “saya meminta kepada isteri agar tidak berbangga diri menjadi pemenang keluarga sakinah, cukup disyukuri”, imbuhnya.

Lebih lanjut bapak 5 anak ini menuturkan, salah satu wujud syukur itu adalah hadiah yang diberikan oleh Menteri Agama sebesar Rp. 30 juta, sebanyak Rp. 10 juta dibagikan kepada anak-anak yatim untuk bingkisan lebaran. “Alhamdulillah, setelah saya bersedekah untuk anak yatim itu, saya mendapat balasan dari Allah sebanyak 115 juta. Sesuatu yang tidak pernah saya bayangkan sebelumnya, dengan rincian, 75 juta adalah pemberian atau hibah dari Bupati untuk biaya menunaikan haji bersama isteri, 25 juta juga dari Bupati untuk kegiatan keagamaan di tempatnya, dan 15 juta dari kolega yang menjadi anggora DPR-RI untuk sangu naik haji. Uniknya, semua itu dibayarkan oleh Allah secara cash”, urainya.

Dalam pesan moralnya kepada bimasislam, kalau kita bersedia berjuang di jalan Allah tanpa embel-embel materi, insya Allah, Tuhan akan memberikan kecukupan. Janji Tuhan itu pasti, dan jangan sekali-kali ragu atas itu, tutupnya. (bieb/foto:bimasislam)    
Tagar Terkait:
#InfoMasjid#BimasIslam#KemenagRI

Kontributor & Unit Kerja

Klik kontributor atau unit kerja untuk melihat seluruh berita terkait.

Reporter
Bimas Islam
Peliputan & Penulisan NaskahLihat liputan reporter
Editor
Redaksi Ditjen Bimas Islam
Penyunting Naskah & KurasiLihat artikel editor
Fotografer
Dokumentasi Humas Bimas Islam
Dokumentasi Visual & FotoLihat arsip foto
Unit Kerja
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
SetditjenLihat berita unit kerja
Dipublikasikan secara resmi oleh Kementerian Agama Republik Indonesia.

Baca Selanjutnya

Lihat semua
Gelar The Wonder of Harmony, Kemenag: Upaya Perbanyak Ruang Perjumpaan
Berita · 26 Okt 2026

Gelar The Wonder of Harmony, Kemenag: Upaya Perbanyak Ruang Perjumpaan

Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat (Ditjen Bimas) Islam tahun ini kembali menggelar The Wonder Harmony.  Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik (HKP) Kementerian Agama Thobib Al-Asyhar mengatakan bahwa giat ini sebagai upaya memperbanyak ruang perjumpaan antarumat beragama.